Dari Sogan Batik ke Sogan Village

Berikut ini adalah kisah seorang pebisnis di bidang usaha batik, dari mulai merintis hingga berkembang pesat menjadi bisnis komunal di desa Rejodani. Berikut kisah nya :

Awal Mula Merintis Bisnis Batik

Awalnya Iffah M. Dewi merintis usaha Batik Sogan di Dusun Rejodani yang sebenarnya bukan Desa Batik. Usaha batik dari pewarnaan alam tersebut dimulai dari nol. Pertama kali mengajari tiga wanita penduduk Rejodani yang sama sekali belum bisa membatik. Proses ini terus berkembang dan kini sudah cukup banyak wanita dari Dusun Rejodani yang bisa membatik dan membantu usahanya. Kebetulan nenek Iffah M.Dewi mempunyai rumah di Rejodani yang cukup luas dan tidak ditempati, sehingga rumah tersebut dijadikan sebagai workshop sekaligus butik Sogan Batik.

bati sogan rejodani

Kerjasama Dengan Biro Travel

Usaha Sogan Batik pun terus berkembang. Dalam mengembangkan usahanya Iffah bekerja sama dengan biro travel untuk membuat paket wisata yang salah satunya melakukan tur ke Sogan Batik. Selama tiga tahun, Iffah konsisten di dunia batik, ‘’Banyak teman-teman, pembeli dalam maupun luar negeri, rombongan pelajar, mulai mendatangi workshop Sogan Batik,’’ katanya. ‘’Teman-teman banyak yang memuji tempat ini sejuk dan enak suasananya.

Wisata Edukasi Membatik

Kebetulan di depan bangunan untuk workshop dan Batik Boutique masih ada bangunan tua berupa joglo yang tidak terawat. Akhirnya kami bikin sebagai restoran garden yang menyatu dengan tempat produksi maupun butik Sogan Batik. Hanya dipisahkan oleh halaman rumput yang cukup luas. Sehingga kini Sogan Batik berganti nama Sogan Village yang menawarkan rekreasi makan dan kultural bernuansa kampung,’’kata Iffah yang juga pemilik Sogan Village ini. Di sini, juga bisa dijadikan sebagai wisata edukatif membatik bagi anak-anak.