Batik Semarangan Mulai Bangkit

Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kota Semarang dan Pemkot Semarang, berupaya menghidupkan kembali kerajinan dan budaya Batik Semarangan yang kini telah lenyap seiring perkembangan zaman.

Upaya yang dilakukan kini, menurut Ketua Dekranas Kota Semarang yang juga istri Walikota Semarang, Ny Shinto Sukawi ST adalah dengan menghidupkan kembali Kampung Batik yang berada di wilayah Kelurahan Rejomulyo Semarang Timur sebagai sentra perajin batik.

Batik Semarangan

Sikap Dekranas yang didukung Pemkot Semarang mulai diwujudkan pada Senin (12/6) lalu dengan mencari calon perajin yang akan didik menguasai kemampuan membatik. Senin (19/6) kemarin sedikitnya 20 calon perajin batik mulai dilatih oleh para pakar dan praktisi batik dari perusahaan batik Bokor Kencono dan Dewi Punjung di Balai Serba Guna Kampung Batik, Kelurahan Rejomulyo.

mengawali pelatihan, Ny Shinto Sukawi ST memperagakan cara membatik di selembar kain mori disaksikan Walikota Semarang H Sukawi Sutarip SH SE dan seluruh peserta maupun hadirin.

Shinto Sukawi ST mengungkapkan, meski sampai kini masyarakat Semarang sendiri jarang mengetahui motif batik Semarang, namun dirinya optimistis dalam waktu dekat ini akan bisa mengetahui setelah ada produk batik Semarangan yang motifnya bergaya pesisiran. ” Dalam menghidupkan kembali ‘Kampung Batik’ kami juga melibatkan pakar batik dan sejarah untuk mencari motif batik semarangan yang kini jarang diketahui oleh publik. Dengan demikian, maka Kota Semarang akan memiliki produk kerajinan khas Semarang,” tutur Shinto.

Sementara Walikota Semarang H Sukawi Sutarip SH SE sangat mendukung upaya menghidupkan kembali Kampung Batik sebagai sentra batik Semarangan.

Sumber : (Cha)-c Kedaulatan Rakyat, Semarang