Sat 18 Jun 2005
Pameran Kerajinan Indonesia di Jepang
Posted by Batik Indo Admin under Batik Mancanegara , Kegiatan[3] Comments
Pendekatan sejarah dan budaya dapat membantu memasarkan produk kerajinan yang dihasilkan oleh pengusaha usaha kecil dan menengah Indonesia ke luar negeri. Hal ini ditampilkan dalam pameran kerajinan Indonesia Handicraft Gallery 2005 di Harajuku, Tokyo, Jepang, baru-baru ini. Pameran diikuti 40 pengusaha kecil dan menampilkan produk-produk dengan nuansa budaya Indonesia dari berbagai daerah.
Dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari hingga hari Ahad mendatang, panitia menonjolkan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Termasuk dengan menampilkan berbagai benda dari zaman prasejarah hingga era Majapahit. Sementara peninggalan dari zaman Kerajaan Islam di Indonesia seperti surat berhuruf Arab gundul dari Kerajaan Samudra Pasai dipamerkan dalam gerai tersendiri.
Selain itu, para pengunjung juga dapat menikmati karya Iwan Tirta, perancang busana yang lebih aktif menampilkan seni batik tulis pada setiap hasil rancangan. Batik tulis termasuk produk yang cukup menarik perhatian pengunjung. Menurut Iwan masing-masing batik tulis dikerjakan dalam waktu sekitar tiga bulan.
Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Mohamad Suleman Hidayat, panitia sengaja menggunakan pendekatan budaya. Sebab, budaya Indonesia sudah lama dikenal masyarakat Jepang. Hidayat optimistis pameran ini dapat menarik minat investor untuk ikut mengembangkan usaha kecil dan menengah Indonesia yang bergerak di sektor kerajinan. Di masa datang, Kadin juga akan terus menyertakan UKM untuk memasarkan produk kerajinannya di pasar internasional. Pameran ini diselenggarakan oleh Kadin bekerja sama dengan Departemen Perdagangan, Kedutaan Besar RI di Jepang, Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang, serta Asosiasi Pengusaha Jepang (Keidanren).
Sumber : (ZIZ/Donny Kurniawan dan Rudy Utomo) Liputan6.com, Harajuku
Seni tekstil India dan Indonesia mempunyai pertalian yang sangat erat. Bahkan sejak pertengahan Abad 18 tekstil produksi India sudah masuk ke Tanah Air dan kemudian saling berakulturasi dengan seni tekstil di Indonesia. Pertalian budaya kedua negara ini tampak jelas dalam beberapa teknik dan motif yang sangat dikenal sekarang seperti Paisley atau Songket. Untuk melihat pertalian tersebut berikut laporan reporter SCTV yang menelusuri sejarah tekstil, baru-baru ini.
Dalam tahun 1999 terjadi semacam tragedi budaya yang sangat mengganggu hubungan antarbangsa. Kejadian berawal di Brisbane, tempat di mana masyarakat seni Australia mempersiapkan perayaan besar berupa pertukaran budaya lintas dalam bentuk Trinale Ketiga Asia Pasifik yang disponsori Galeri Seni Queenslands tepat ketika krisis Timor Timur mencapai klimaks yang tragis.