Jejak Barack Obama - Daster Batik Tante Anne

Ann Dunham, ibunda Barack Obama alias Barry, tinggal di Jakarta berpuluh-puluh tahun. Di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Ann sering dipanggil Tante Anne. Meski orang bule, namun Anne suka batik. Dia sangat senang daster batik.

“Saya sering diminta menjahit daster Tante Anne. Kebanyakan batik, dia suka kain batik,” kata Eti Hayati (51), tetangga Anne pada tahun 1968-1971 di Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Setelah Anne tidak tinggal lagi di Menteng Dalam, Anne tetap masih ingat dengan Eti.

“Karena Tante Anne tahu kalau saya bisa menjahit, dia akhirnya sering meminta dijahitkan daster,” ujar Eti yang hingga saait ini masih berprofesi sebagai penjahit. Anne menjadi langganan tetap Eti hingga tahun 1995, sebelum Anne meninggalkan Indonesia dan pulang ke Hawaii karena sakit.

Sewaktu tinggal di Menteng Dalam, Eti yang enam tahun lebih tua daripada Barry, memang cukup dekat dengan Anne. Eti dan Barry juga sering bertemu, karena rumah orangtua Eti saat itu menjadi tempat bermain Barry.

“Tante Anne saat itu juga sering main ke rumah saya, ikut arisan dengan para tetangga. Sementara Barry bermain dengan adik-adik saya,” ujar dia saat berbincang-bincang dengan detikcom. Eti cukup kaget juga dengan prestasi Barry saat ini yang menjadi senator AS dari Illinois dan disebut-sebut sebagai calon Presiden AS tahun 2008.

Berdasarkan cerita Eti, setelah bercerai dengan Lolo Soetoro, Anne kemudian pindah rumah. Anne mengajak Barry dan adiknya, Maya Soetoro, tinggal bersama. Namun sekitar tahun 1971, Anne memulangkan Barry ke Hawaii untuk bersekolah di sekolah yang lebih baik. Di Hawaii, Barry diasuh neneknya, Madelayne Dunnham.

Sementara Anne dan Maya tetap berada di Jakarta. Anne pindah rumah berkali-kali. “Saat itu, Tante Anne memang bekerja. Setahu saya dia pernah bekerja terkait dengan Kupedes BRI,” kisah Eti. Beberapa tahun kemudian, Anne juga menyekolahkan Maya ke Hawaii. Saat ini, Maya menjadi staf pengajar di Universitas Hawaii.

Anne tercatat pernah tinggal di Jl. Dempo, Matraman. Anne juga pernah tinggal di Kebalen, Blok S. Perempuan berambut pirang dan berpostur tubuh besar ini juga pernah tinggal Jl. Daksa, Kebayoran, dan Jl. Senjaya. “Tapi, kadang-kadang sekali-kali menengok rumah di Menteng Dalam. Kalau pas nengok rumah, Tante Anne mampir ke rumah saya,” ujar dia.

Waktu terus berlalu. Sekitar tahun 1990, tiba-tiba Tante Anne mendatangi rumah Eti. “Saat itulah, saya pertama kali mendapat order jahitan dari Tante Anne,” ujar perempuan yang kini tinggal di Pondok Kelapa, Jakarta Timur itu.

Hubungan Eti dengan Tante Anne pun semakin dekat. Berkali-kali Tante Anne meminta dijahitkan baju dan daster, hingga tahun 1995-an. “Dia paling sering membawa kain batik. Biasanya dia beli kain saat berkunjung ke Yogya dan Pekalongan,” ujar dia.

Kontak Eti dengan Tante Anne terputus sekitar tahun 1995 itu. Saat itu, Tante Anne tinggal di Jl. Senjaya. “Ketika itu, saya lupa tanggalnya, tapi tahun 1995, saya telepon ke Jl. Senjaya. Dari situlah saya mendapat informasi kalau Tante Anne sakit dan dibawa ke Hawaii,” kata Eti. Tidak lama kemudian, Eti mendengar kabar bahwa Tante Anne meninggal dunia di Hawaii.

Selama tahun 1990-1995, saat Anne masih hidup di Jakarta, Eti pernah berkali-kali bertemu dengan Maya. “Maya orangnya cantik. Orang Indo sih ya.. Dia sering ke sini liburan. Tapi, kalau Barry saya nggak pernah lihat ke Indonesia lagi,” tutur Eti.

Tante Anne di mata Eti adalah orang yang sangat baik. Meski sudah bercerai dengan Lolo Soetoro, tapi Anne masih berhubungan baik dengan mantan suaminya itu. “Saat Pak Lolo sakit, Tante Anne pernah menawarkan kepada Pak Lolo untuk dirawat ke Hawaii. Tante Anne yang menanggung biayanya,” ujar istri dari Ilham ini.

Tapi, Eti tidak tahu persis apakah Lolo menerima tawaran Anne atau tidak. Yang pasti, pada 2 Maret 1993, Lolo meninggal dunia di RS Pusat Pertamina Jakarta. Lolo dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Saat Lolo meninggal, Maya sempat pulang ke Indonesia untuk menghadiri pemakaman ayah kandungnya itu.

“Saat Pak Lolo meninggal, Maya datang ke sini,” kata Irma Dewi Sukanti, teman sepermainan Maya saat tinggal di H Ramli, Menteng Dalam. Sementara Barry saat itu tidak ikut datang ke Jakarta.

Sumber : (asy/Arifin Asydhad) - detikcom, Jakarta

11 Responses to “Jejak Barack Obama - Daster Batik Tante Anne”

  1. Masdilla Says:

    Barack Obama,,,nama yang unik dan lucu menurut saya….

    mendengar namanya saja saya senang sekali,,,apalagi setelah diketahui

    calon dari presiden Amerika dan pernah tinggal di Indonesia,,saya

    semakin suka aja dengannya. Saya berharap mudah2an dia terpilih

    nantinya jadi pemimpin negeri Paman Sam dan bisa bersikap bijaksana

    terhadap dunia. Satu lagi, semoga terpilih nanti dia datang ke Indonesia

    dengan niat yang tulus.

    Bravo Obama,,,

  2. Irvan Iswandi Says:

    Barry, semoga kiprahnya dapat membawa perubahan sikap politik Amerika terhadap perdamaian dunia.

  3. yuni Says:

    dari pertama kali partai demokrat mengumumkan 2 kandidat calon presiden, saya sudah suka dengan obama, apalagi dengan prestasi yang telah dicapainya. semakin suka lagi setelah tahu kalau dia pernah tinggal di Indonesia. semoga saja dia bisa maju sebagai calon presiden dari demokrat dan mampu mengalahkan calon dari republik (McCain) dan jadi presiden keturunan kulit hitam pertama di Amerika. satu lagi kalau bener2 terpilih, jangan ikuti jejak bush…

  4. hari Says:

    I hope Obama make the next leader of America United States. And I believe(mudahan gak salah), he able to the change face of the world.

  5. andy Says:

    Mudah mudahan dengan pernahnya candidat presiden Mas Barrack Obama pernah tinggal dijakarta mudah mudahan Indonesia bisa akur dgn amrik

  6. Hernowo Says:

    Jadi teringat dulu waktu saya SD di SD Katolik Asisi Menteng Dalam, satu sekolah dengan Obama. Ternyata dia kakak kelas saya satu tahun, baru tahu sekarang. Mudah2 an terpilih deh jadi presiden, apalagi dua adik saya tinggal di USA. Semoga dengan dia jadi presiden, ekonomi Amerika membaik, ekonomi global juga pulih sehingga mepengaruhi perbaikan ekonomi Indonesia juga.

  7. medi Says:

    barack obama…………?????????????
    wuih,,,gue suka banget ma karakternya.dan ikut berbangga hati meskipun dia bukanlah asli indonesia,karena bukanlah hal yang mudah untuk menjadi seorang kandidat president,apalagi calon president negara super power itu.
    barack obama bisa dijadkan tauladan bagi kita khususnya untuk para pelajar indonesia.
    tetep cayo…….n jadikanlah bangsa ini menjadi bangsa yang maju tapi tak lepas dari peranan agama…….!!!!!!!!!Ok!!!!!!!!!!!!

  8. ayeesha Says:

    maju terus Mr. Barack Obama, pantang menyerah, taklukkan rakyat america, bersikap bijaksana dlm hal apapun, dimanapun n negara manapun, semoga sukses n maju terus….I hoping you became the next president of united state…sincerely

  9. Yuni . H Says:

    Barack Obama , kami merindukan perdamaian Dunia.

  10. Micky Says:

    Obama is best Leader. I guess that Obama pasti pemimpin yang adil dan dapat menghapuskan Diskriminasi Ras yang dibangun oleh manusia didunia. Dan Dia semoga dapat memberikan sedikit keadilan bagi orang yang tertindas.

    Barack is Bravo dan Brave too.

  11. samuntea Says:

    duh satu keajaiban bila Dia bisa jadi presiden Amrik,Dan banyak harapan besar buat kita sebagai warga negara indonesia manakala Sang barak bila jadi pemimpin nantinya dapat mengingat masa2 lalunya di negeri kita dan tentunya beliau akan dengan mudah untuk memberi kemudahan terhadap bangsa kita untuk bisa mengembangkan sgala potensi dan dapat mempermudah pula hubungan negara kita dengan pemerintahan Amrik ,..Dan dunia tau coy ,…Sang president amrik tuh masa kecil nya di kita ,…so harum juga donk bangsa ini karena dia ya kan ?
    pernahn sekolah lagi coy,, noh Sd menteng juga jadi ikut tenar dah ,..Bravo Barack,… I pray 4 U n Indonesia hope U become the number one man I USA

Leave a Reply