Minat Terhadap Batik Tulis Menurun
Perkembangan seni membatik dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini bisa dilihat dari makin beragamnya motif-motif baru batik yang bermunculan. Kendati demikian, Ketua Yayasan Batik Indonesia Pusat Yustin Ginanjar Kartasasmita, melihat ada indikasi penurunan minat generasi muda untuk menekuni seni membatik khususnya batik tulis. Demikian diungkapkan Yustin saat mengunjungi perajin batik tulis di Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini.
Yustin menambahkan, penurunan konsumen batik bisa dipahami. Pasalnya generasi muda saat ini lebih tertarik pada busana dari bahan katun atau jin. Hal ini secara tidak langsung mengurangi jumlah konsumen batik itu sendiri. Padahal untuk membuat selembar batik tulis diperlukan waktu yang relatif lama dan biaya yang cukup mahal.
Perlu diketahui, penghasil batik tulis Indonesia, salah satunya adalah Desa Trusmi, Kecamatan Weru, Cirebon. Profesi perajin batik tulis merupakan mata pencaharian sebagian besar masyarakat di Trusmi. Motif batik tulis perajin sangat bervariatif di antaranya motif pesisiran dan keratonan. Namun, keterbatasan modal menjadi kendala besar untuk mengembangkan usaha yang berbasis pada budaya itu [baca: Pengusaha Batik Cirebon Terbentur Modal].
Yustin juga menuturkan perkembangan batik di Indonesia juga menghadapi persoalan penjiplakan motif asli oleh negara lain. Namun untuk menghadapi persoalan ini bukanlah hal yang mudah. Soalnya, untuk mematenkan sebuah motif batik cukup sulit, karena karya cipta yang dihasilkan oleh seseorang tidak akan memiliki kesamaan meskipun dilatarbelakangi dengan motif yang sama.
Sumber : (JUM/Ridwan Pamungkas) Liputan6.com, Cirebon
October 7th, 2007 at 9:08 pm
Yayasan Batik Indonesia…
Nama Saya Astrid…
Saya baru lulus kuliah tahun ini dari Universitas Pelita Harapan jurusan Desain Produk.
saya adalah salah satu pecinta batik walaupun bukan kolektor atau pengusaha…tetapi saya cukup tertarik dengan dunia batik sejak saya berada di bangku kuliah…
Skripsi yang saya ambil juga mengenai batik yaitu mengenai Batik Betawi.
Saya pernah membaca artikel “batik is cool” di sebuah free magazine Venue…
Saya setuju dengan statement seperti judul artikel ini, terutama di kalangan Muda..
Saya ingin sekali melakukan sesuatu untuk dunia batik Indonnesia dalam rangka menaikkan minat dan ketertarikan anak muda Indonesia terhadap kain Batik yang merupakan salah satu budaya asli Indonesia.
Jika ada, saya ingin sekali memohon kesempatan untuk bekerja secara sukarela di Yayasan Batik Indonesia.
Jika Yayasan Batik Indonesia mau memberikan kesempatan ini saya akan senang sekali dan sangat menghargai kesempatan tersebut.
Maka dari Itu jika berkenan saya ingin meminta kontak yang dapat saya hubungi, silahkan memberikan kontak tersebut di achied_blue@yahoo.com
Untuk itu saya ucapkan banyak banyak terima kasih
Dan saya sangat mengharap dan menunggu kabar dari YBI
Hormat saya,
Astrid Refiana Sari S.Sn
April 13th, 2008 at 11:08 am
Yth,
sayapun minat sekali dpt menjadi relawan di yayasan ini.
saya guru honorer di SMP Nusantara.
Dulu bekerja para Disgner Batik Ibu Asmoro Damai.
Saat ini saya anggota di milis yayasan Batik, Peduli Autis/Yayasan Autisma Indoensia Putra Kembara, Kominitas Historia Indonesia dan Yayasan Sutan Takdir Alisjahbana
hub saya di email tono_dewadjie@yahoo.com
081808610062
salam
tono dewadjie