Tokyo Sambut Hangat Pameran Batik dan Perhiasan Indonesia

Pameran dan penjualan batik karya perajin-perajin batik Bambang Priyanto dan Komaruddin Kudiya, perancang-perancang busana Stephanus Hamy dan Nita Azhar serta perhiasan perak karya Runi Palar yang dilangsungkan di Tokyo, Jepang, dipadati pengunjung.

Pameran dan penjualan pada 11 September lalu itu telah direncanakan cukup lama oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dengan maksud mempromosikan produk ekspor nonmigas, terutama produk kerajinan tradisional asli Indonesia.

Menurut Mutoharul Djanan, Konselor pada KBRI Tokyo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (16/9), meskipun ada aksi peledakan bom di (depan Kedutaan Besar Australia) Jakarta, kegiatan tersebut tetap dilangsungkan untuk tidak merugikan para seniman dan perancang busana yang telah beberapa hari menyiapkan karya mereka. Kegiatan itu juga diharapkan bisa memberi nuansa sejuk bagi citra Indonesia di Jepang.

Dalam pameran dan penjualan yang diadakan di kediaman Duta Besar RI itu ditampilkan batik tradisional dari Madura karya Bambang Priyanto dan batik tradisional dari Jawa Barat karya Komaruddin Kudiya. Selain itu, Stephanus Hammy dan Nita Azhar turut meramaikan pameran tersebut dengan busana-busana cantik karya mereka.

Sementara itu, seorang pembatik Kraton Yogyakarta, Suradjiyem, mempertunjukkan keahliannya dalam membatik di hadapan para pengunjung.

Antusiasme para pengunjung, kata Djanan, terlihat dari larisnya barang-barang pameran dibeli oleh mereka, walaupun dijual dengan harga mahal untuk ukuran kantong orang Indonesia.

Kemeja-kemeja batik karya Komaruddin tidak satu pun tersisa. Bahkan, ada pengunjung yang menyempatkan diri untuk mengambil uang tunai lalu kembali ke tempat pameran setelah terpesona melihat keindahan batik sutra seharga 72.000 yen (sekitar enam juta rupiah).

Dalam pameran yang menarik warga Jepang dan warga asing yang berada di Tokyo itu, di bagian kerajinan mutiara dan perak, perajin perak terkemuka Runi Palar menggelar karyanya.

Mutiara Indonesia, lanjut Djanan, mampu memenuhi selera konsumen Jepang. Mereka menilai, mutiara yang sebagian besar diambil dari kepulauan Nusa Tenggara tersebut memiliki kemilau yang sangat indah.

Perhiasan yang dipamerkan dan juga dijual itu antara lain berupa kalung mutiara yang harganya sangat tinggi, mencapai hampir lima juta yen (Rp 400 juta), terang Djanan.

Di samping dapat menikmati kerajinan tradisional asli Indonesia, para pengunjung juga disuguhi beraneka makanan ringan asli Indonesia secara cuma-cuma.

Sumber : (Ant/Ati) KCM, Jakarta

One Response to “Tokyo Sambut Hangat Pameran Batik dan Perhiasan Indonesia”

  1. Priyo Ariyadi Says:

    Ingin Informasi Alamat, Nomor telepon dari pembatik Kraton Yogyakarta, Suradjiyem. Bisakan dibantu?

Leave a Reply