SIBEX Pamerkan Kain Batik Terpanjang di Dunia

Batik sebagai hasil karya kebudayaan akan dikembangkan di tingkat dunia. Upaya itu, antara lain dilakukan lewat Solo International Batik Exibition (Sibex) yang akan digelar di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran Solo, 29 September - 3 Oktober 2004.

“Kegiatan itu digagas Wali Kota Surakarta, setelah melihat acara Gelar Batik Nusantara 2003 di Jakarta,” kata Ria Kumara Indah dari PT Rante Java Expo selaku event organizer (EO), kemarin.

Berbagai jenis batik dan kain tradisional dari daerah akan dipamerkan; seperti batik dari Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Jambi, Lasem, Pekalongan, Yogyakarta dan Solo. Pameran juga dimeriahkan dengan sajian peragaan busana serbabatik serta workshop.

“Kami mengundang sejumlah pembatik tradisional yang sudah tua-tua untuk memeragakan kebolehannya. Dalam acara itu, kami bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia dan Balai Batik Yogyakarta.”

Ria menyatakan, keberadaan batik di berbagai daerah mengalami kelesuan. Upaya yang dilakukan berbagai kalangan, termasuk pemerintah untuk memasyarakatkan kembali pemakaian kain batik, belum memberikan iklim segar.

Generasi

Di beberapa daerah, bahkan sudah mulai tidak ada generasi pembatik yang meneruskan usaha tersebut.

“Seperti di Lasem, ada seorang pembatik yang mempunyai koleksi banyak; namun perajin itu tidak mempunyai generasi penerus yang bisa melestarikan koleksinya. Saya mencoba menghubungi Yayasan Batik Indonesia untuk memberi solusi agar koleksi itu tidak punah dan bisa dilestarikan,” tambahnya.

Kegiatan Sibex itu, juga menggerakkan perancang batik terkenal Ramli untuk memberikan dukungan.

Perancang itu akan tampil dengan karya-karya terbarunya dalam pameran. Pada kesempatan itu, akan diberikan penghargaan kepada sejumlah perajin dan pembatik yang masih bertahan sampai sekarang.

Diharapkan, Sibex bisa menjadi agenda tahunan dalam melestarikan batik dan aktivitas di lingkungannya.

Rencana pameran itu mendapat sambutan dari berbagai kalangan, termasuk sejumlah perajin dan perusahaan batik dari berbagai kota.

Pengusaha dan pembatik dari Pekalongan, Yogyakarta, Aceh, dan lainnya, sudah siap memamerkan produknya.

“Ada acara menarik selama Sibex, yaitu membatik sepanjang 2002 meter selama tiga jam. Selain itu, juga dipamerkan kain batik terpanjang tanpa sambungan, 400 meter dengan 400 motif. Saat ini karya itu sudah selesai 200 meter, dan nantinya diharapkan masuk guiness book of record,” katanya.

Sumber : (sri-17a) Suara Merdeka, Mangkunegaran

Leave a Reply