Pencemaran Limbah Industri Tekstil Semakin Memprihatinkan

Unit Pengolahan Limbah Industri di PekalonganKota Pekalongan, Jawa Tengah, selama ini dikenal sebagai kota batik. Selain sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai perajin batik, industri besar seperti tekstil juga tumbuh subur di kota tersebut. Dari data yang dihimpun SCTV baru-baru ini, jumlah industri tekstil telah mencapai lebih dari 100 pabrik. Peningkatan itu juga melonjakkan volume limbah yang dikeluarkan dari aktivitas tersebut.

Kondisi pencemaran limbah dari industri tekstil di Pekalongan semakin memprihatinkan. Dari 400 industri tekstil kecil dan besar yang ada, limbah yang dihasilkan mencapai 50 ribu meter kubik per hari dan sebagian besar berasal dari industri rumah tangga. Bahkan, sebagian industri rumahan membuang limbah ke sungai tanpa ada pengolahan terlebih dahulu. Perbuatan tersebut jelas membuat air sungai menjadi kotor dan tercemar.

Menurut Kepala Hubungan Masyarakat Kota Pekalongan Suharto, pihaknya telah membangun sejumlah unit pengolah limbah seperti di Desa Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, untuk mengurangi tingkat pencemaran sungai. Pembangunan unit pengolah limbah itu menyedot dana sekitar Rp 1,7 miliar. Pemerintah Kota Pekalongan juga meminta perajin maupun industri tekstil untuk ikut berperan menekan tingkat pencemaran dengan tidak membuang limbah industri ke sungai secara langsung.

Sumber : (TOZ/Sugihartono dan Budi Harto) Liputan6.com, Pekalongan

5 Responses to “Pencemaran Limbah Industri Tekstil Semakin Memprihatinkan”

  1. amri syahbana ST. Says:

    Saya sangat ingin berkomentar tentang pengolahan limbah yang sangat cocok digunakan di industri tekstil. namanya sistim pengolahan limbah dengan plasma. Semua limbah diolah secara kimia-fisik dan biologi. akan tetapi itu semua hanya akan dilakukan oleh satu alat yang namanya teknologi plasma. kalo Bapak Berminat silahkan hubungi saya di 081802082167.
    Teknologi ini akan mampu menurunkan kualitaslimbah samapi jauh di bawah baku mutu. kalo alat kita tidak mampu menurunkan kualitasnya sampai di bawah baku mutu maka alat akan kita bawa pulang dan duit indutsri akan kita kembalikan seluruhnya. inilah jaminan yang kita berikan pada indsutri supaya terlihat memang kita sangat serius bermain di usaha pengolahan limbah indsutri.

  2. widiastuti sri asi Says:

    penggolahan limbah biasanya memerlukan biaya yang relatif mahal, tetapi sudah banyak penelitian yang dilakukkan untuk menggolah limbah agar aman dibuang ke lingkungan… limbah tekstil yang di olah seharusnya dilakukuan dengan beberapa tretment yaitu dengan proses kimia dan fisika, proses fisika yaitu dengan cara pengenceran dimana berfungsi untuk mempermudah dalam proses penjernihan… sebaiknya limbah jangan langsung ditambahkan koagulan tetapi dilakukan pengenceran untuk mengurangi biaya koagulan setelah itu ditambahkan koagulan dengan kemudian kita pisahkan endapan dengan filtrat kemudian filtrat tersebut dapat kita saring dengan menggunakan karbon aktif biasanya terbuat dari arang karbon,fly ash atau menggunakan sekam padi… limbah yang terendapkan dapat kita tampung didalam bak dan dapat digunakan sebagai poenyubur tanaman…. penggolahan limbah untuk mengirit biaya maka dapat kita gunakan beberapa metode dimana pemakai bahan yang sedik menjadi faktor ekonomis

  3. ERWAN KURNIAWAN, ST Says:

    Berdasarkan hasil inventarisasi industri yang berpotensi mencemari lingkungan di Kota Pekalongan pada awal tahun 2007 sejumlah 1054 home industri dengan debit limbah 4000 m3 / hari.

  4. All Fun Says:

    Limbah, Whats wrong ????,

  5. ajizah Says:

    Memang limbah dari dulu menjadi problem yang terlihat sulit untuk dipecahkan.Tapi sebenarnya hal itu tidak akan menjadi masalah jika semua pihak memang consern terhadap lingkungan.Bagaimana nasib bumi kita ini jika hanya sebagian kecil orang yang sadar akan pentingnya lingkungan.Ingat lho lingkungan itu tidak hanya untuk dieksplorasi tapi juga untuk dijaga, dan dirawat.Apakah kita mau mewariskan sampah ke generasi selanjutnya?Bukannya sebelum berdirinya suatu industri harus ada AMDALnya, ya?Tapi wajar untuk industri kecil apalagi skala home industri, mungkin tidak ada AMDALnya.Oiy, bagi yang punya masalah dengan limbah tidak ada salahnya tuh nyoba teknologi plasma seperti yang disarankan oleh Saudara Amri Syahbana.

Leave a Reply