Kreasi Batik

Batik menjadi salah satu elemen yang paling populer dalam pergelaran busana di bali Fashion Week V. Kain khas Indonesia ini cukup banyak diusung para desainer. Tentu saja, mereka telah menyulap batik yang berkesan kuno menjadi konsumsi fesyen yang modis dan dinamis.

Maestro batik Iwan Tirta menampilkan motif parang yang diprada kemudian dirancang menjadi sebuah gaun gala yang menawan. Sementara Afif Syakur mengolah batik menjadi sebuah produk seni high fashion. Kali ini ia mencoba mengolah kebaya etnik kontemporer yang artistik dengan kain tenun yang dibatik.

Berbeda dengan para pendahulunya, Afif memiliki kekhasan tersendiri. Selain melakukan terobosan dalam bahan, — menggunakan limbah sutra dan kepompong anval — ia juga mencoba teknik batik di atas tenun ikat.

Chaliet Bambang membawa koleksi batiknya menjadi sebuah kreasi yang seksi, anggun dan elegan. Karyanya didominasi warna hitam dan sogan, sesuai dengan warna asli batik di Solo dan Yogyakarta. Dia mendesain rancangannya di atas kain tenun ATBM dengan bahan sutera seperti yang biasa dipamerkannya di Eropa selama dua tahun terakhir.

Dina Midiani masih setia memanfaatkan kain batik sebagai patchwork yang dibuat dengan gaya kosmopolit. Ia mengembangkan konsep setagen unik di atas busananya yang didominasi perpaduan warna putih dan batik sogan.

Demikian juga dengan koleksi Denny Kho. Ia meracik detail anyaman dan patchwork dari batik yang sangat menarik di atas koleksinya. Ia pun terlihat kreatif dengan gaya zipper bolak-baliknya. Tidak heran bila koleksinya mencuri perhatian buyers Bali untuk market Jepang dan Prancis, khususnya busana wanita.

Sementara itu, Poppy Dharsono menampilkan aneka busana formal yang diberi tema Evening Etnik Ekletik. Ia memadukan bahan batik sebagai detail untuk disandingkan dengan bahan sifon, satin, brokat, dan georgette silk. Tampilan akhirnya sangat feminin meski dipadukan dengan gaya maskulin berbentuk celana panjang kreasinya.

Sumber : (Tkh/M-2) Media Indonesia

Leave a Reply