Lasem Dijajagi Jadi Cagar Budaya

Lasem, kota kecil di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang memiliki sejumlah peninggalan budaya perpaduan Cina dan Jawa pesisirian, saat ini sedang dijajagi sebagai kawasan cagar budaya.

Kepala Dinas Pariwisata Jawa Tengah Drs Agus Suryono MM di Lasem, Selasa mengatakan, sejumlah peninggalan fisik berupa bangunan dan budaya termasuk batiktulis khas Lasem yang punya ciri khas yang bisa dijadikan aset wisata.

“Kita masih menginventarisasi peninggalan-peninggalan budaya di Lasem, untuk kemudian kita kaji apakah penting untuk dijadikan cagar budaya,” katanya di Lasem.

Menurut Agus, bangunan dan budaya di Lasem menunjukkan adanya harmonisasi budaya Cina dan masyarakat setempat yang diwarnai budaya pesisiran Jawa.

Berbagai peninggalan tersebut, katanya, juga menunjukkan bahwa pembaruan masyarakat dan budaya sebenarnya sudah lama berlangsung di Lasem.

Bahkan menurut sejarah, katanya, pada saat itu ada dua tokoh pergerakan melawan penjajahan Belanda, yang satu orang asli Lasem dan satunya etnis Tionghoa.

Sejumlah kelenteng dengan warna dominan merah sampai sekarang masih terawat dan digunakan untuk peribadatan.

Pemeliharaan benda dan budaya bersejarah ini penting untuk memberi gambaran kepada generasi muda, di samping bisa dimanfaatkan sebagai aset wisata.

Ia menjelaskan, batik tulis Lasem yang di zaman dulu pernah begitu terkenal, namun belakangan surut pamornya karena tersaingi batik cap, sejak tiga tahun lalu mulai bergeliat kembali.

Disainer atau perancang busana nasional, kata Agus, melihat bahwa corak dan disain batik Lasem bisa diangkat serta diterima masyarakat.

“Batik Lasem kini mulai bangkit kembali. Ini menjadi aset daerah dan nasional,” katanya.

Sumber : (Ant/jy) KCM, Semarang

Leave a Reply