Kebakaran di Kawasan Malioboro - Dua Toko Batik Musnah
Kebakaran besar terjadi di Kawasan Wisata Malioboro, Minggu (2/5) malam, pada saat pengunjung masih memenuhi kawasan itu. Akibat musibah itu, toko batik dan kerajinan terkenal, Mirota Batik, habis terbakar. Api juga melalap Toko Jaya Dewi dan menyambar atap Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Marga Mulya. Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir lebih dari Rp 10 miliar.
Sejumlah saksi mata mengatakan, api membubung tinggi secara tiba-tiba sekitar pukul 21.15 di lantai dua Mirota Batik dan kemudian menyambar Toko Jaya Dewi yang berada di sebelahnya. Api juga sempat menyambar atap GPIB Jemaat Marga Mulya. Namun, sebelum api membakar atap gereja tua itu, petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkannya.
Kebakaran tersebut segera diketahui karena pengunjung yang masih memadati kawasan Malioboro malam itu segera menghubungi pemadam kebakaran. Selang beberapa menit, satuan pemadam kebakaran dari Kota Yogyakarta yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi kebakaran tiba. Namun, berbagai bahan yang mudah terbakar seperti kain dan kerajinan dari kayu yang ada di kedua toko itu membuat api sulit dikendalikan.
Petugas pemadam kebakaran yang berjuang memadamkan api sejak sekitar pukul 22.00 berusaha melokalisasi kebakaran agar tidak menjalar ke bangunan lain, sedangkan kedua toko yang sudah terbakar itu tidak bisa diselamatkan.
Kebakaran itu sempat membuat panik pedagang dan pengunjung yang masih hilir mudik di kawasan tersebut. Para pedagang kaki lima (PKL) berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka. Namun, situasi kacau itu justru dimanfaatkan sejumlah orang untuk menjarah barang dagangan milik PKL. Untuk menghindari kekacauan, polisi langsung menutup kawasan Malioboro.
Sekitar pukul 23.30, api dapat dilokalisasi para petugas pemadam kebakaran yang mengerahkan 11 mobil pemadam.
Kerugian Rp 10 miliar
Mirota Batik yang selalu dipenuhi wisatawan lokal dan mancanegara musnah tak bersisa. Seluruh barang dagangan berupa batik, barang kerajinan, dan gulungan bahan ludes terbakar. Adjie, Supervisor Mirota Batik, mengatakan, kebakaran itu mengakibatkan kerugian sekitar Rp 10 miliar. Toko Jaya Dewi juga luluh lantak. Namun, pemilik Jaya Dewi belum mau berkomentar soal kerugian yang mereka derita.
Adjie mengatakan, manajemen Mirota Batik belum bisa memastikan bagaimana nasib 150 karyawan di toko tersebut.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Kota Besar Yogyakarta Komisaris Endi Sutendi mengatakan, polisi belum dapat memastikan penyebab musibah itu.
Sumber : (K10/J14/J17/BSW/NTS/ANA) Kompas Cetak