Ina Craft di Jakarta Tidak Sesuai Target
Departemen Perdagangan dan Perindustrian kembali menggelar pameran Ina Craft di Jakarta Convention Center, Rabu (21/4). Sekitar 750 perusahaan dari seluruh penjuru Tanah Air terlibat dalam pameran kerajinan bertaraf internasional ke-VI ini. Sementara calon pembeli yang diundang berasal dari 37 negara, antara lain Malaysia dan Timur Tengah.
Sejak awal digelar, pameran Ina Craft bertujuan untuk meningkatkan kontrak pembelian tingkat lokal dan luar negeri dan tidak sekadar menambah omzet. Namun beberapa peserta pameran yang telah beberapa kali terlibat Ina Craft justru mengaku jumlah kontrak kerja sama dengan pihak luar negeri masih belum meningkat signifikan. Pembeli yang datang rata-rata cuma belanja eceran tanpa menjalin kontrak kerja sama.
Menurut Yukumoko, salah seorang peserta pameran, pameran kali ini tidak seperti awal pameran setahun silam. Situasi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil dinilai sebagai penyebab. Lain lagi dengan pandangan Pinkan, peserta lainnya. Menurut Pinkan, Ina Craft kali ini tak beda dengan bazar yang hanya melayani pembelian eceran. Padahal, tujuan awalnya mempertemukan produsen dengan pembeli luar negeri dengan sistem kontrak atau dikenal dengan B to B. “Namun animonya orang kayak pergi ke bazar,” jelas Pinkan.
Dengan produk dan harga yang sangat beragam, Ina Craft sebetulnya mampu menarik perhatian pembeli dari seluruh segmen masyarakat. Batik dalam berbagai jenis, misalnya, ditawarkan mulai dari harga puluhan ribu hingga belasan juta rupiah. Demikian pula dengan berbagai produk kerajinan dari kayu, yang harganya hampir serupa. Beberapa produk bahkan telah menembus pasar ekspor.
Sumber : (DEN/Olivia Rosalia dan Taufik Maru) Liputan6.com, Jakarta
March 1st, 2008 at 11:42 pm
Kami mencoba, hadir sebelum inacrfat. Di ITC Permata Hijau Jakarta selatan.
Bersama Paradise of Jogja. Terimakasih