Untuk Menggairahkan Batik Banyumasan ; 60 Perajin Terima Bantuan APBN Rp 250 Juta

Me-lalui APBN tahun 2004, sedikitnya 60 perajin batik Banyuma-san yang berpusat di Sokaraja dan Banyumas mendapatkan pinjaman lunak senilai Rp 250 juta. Dana pinjaman tersebut akan diberikan pada mereka dengan sistem bergilir untuk tambahan modal usaha mereka. Selama ini usaha batik Ba-nyumasan terkesan kurang mampu bersaing dengan batik daerah lain seperti Yogyakarta, Solo atau Pekalongan. Oleh karena itu, melalui dana tersebut, paling tidak usaha perbatikan Banyumas makin ber-gairah lagi, dengan jenis produksi yang disesuaikan keingin-an pasar.

Kasubdin Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian-Perdagangan-Koperasi (Dispe-rindakop) Kabupaten Banyu-mas, T Budi Santoso, kepada KR di ruang kerjanya, Kamis (25/3), mengatakan, selama ini para pembatik yang masuk dalam wadah Persatuan Pem-batik Banyumas dan dikelompokkan menjadi beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) banyak yang hanya berkutat dengan produksi jarit (kain kostum adat Jawa) saja. Akibat-nya, pemasaran untuk jenis produk batik seperti itu sulit untuk berkembang.

“Melalui kucuran dana bantuan tersebut, paling tidak kami akan memompa mereka untuk mulai berpikir membuat batik dengan bentuk lain yang lebih diminati masyarakat banyak. Variasi karya batik sudah harus ditumbuhkan sejak sekarang. Misalnya mulai dengan memproduksi batik untuk taplak meja, sapu tangan, sprei dan baju kerja” beber T Budi Santoso.

Salah seorang pengrajin batik Banyumasan, Toefur (40) warga Sokaraja, Banyumas, kepada KR mengakui lemahnya daya saing para pengrajin Batik Banyumasan.

Mereka membatik lebih dika-renakan adanya alasan faktor turunan saja. Artinya, para pembatik yang sekarang merupakan anak cucu dari pembatik sebelumnya. Produksi mereka pun hanya satu bentuk, yakni untuk keperluan jarit atau nyamping saja. Warna khas Batik Banyumasan, yakni coklat gelap belum mampu diupa-yakan untuk lebih variatif lagi.”Kita mestinya tetap mempertahankan ciri khas Batik Banyumasan. Tetapi modivikasi produksi juga perlu, demi me-menangkan persaingan di pasar batik nasional.

Batik Banyumasan sebenar-nya terkenal awet atau tahan luntur. Untuk itu berbagai bentuk dan variasi produksi harus terus ditingkatkan. Dengan dana yang cukup, kita bisa semangat lagi menggeluti usaha batik” katanya.

Sumber : (Ero)-d Kedaulatan Rakyat, Purwokerto

One Response to “Untuk Menggairahkan Batik Banyumasan ; 60 Perajin Terima Bantuan APBN Rp 250 Juta”

  1. Bunga Says:

    Batik Banyumasan itu apa istimewanya? dan dimana mendapatkannya? mohon balas ke e mail saya? trims

Leave a Reply