Museum Batik Imogiri-Bantul
Museum batik ini didirikan untuk melestarikan budaya daerah, khususnya Batik dan mengangkat pengrajin Batik di Imogiri pada khususnya dan Bantul pada umumnya. Sejalan dengan itu, Bupati Bantul, Idham Samawi, mengajak para pemuda untuk mempelajari batik yang merupakan warisan budaya nenek moyang yang adi luhung.
Gubernur dalam kesempatan meresmikan Museum Lingkungan Batik Imogiri-Bantul18 Maret 2004 mengajak untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada pemuda agar termotivasi mempelajari budaya daerah dan bangsa, termasuk belajar membatik. Pemakaian busana batik tidaklah cukup untuk melestarikan batik, karena batik dan coraknya harus menjadi bahan penelitian, baik hal-hal yang menyangkut perkembangan batik maupun generasi. Batik merupakan hasil seni, sehingga sering menjadi wahana penuangan isi hati nurani pembatiknya, baik yang tertuang dalam desain maupun warnanya. Disamping itu, perkembangan batik juga dapat untuk merunut perkembangan suatu daerah. Di Bantul permulaan batik diyakini berasal dari Bambang Lipuro, dimana dimasa awal pertumbuhan Kerajaan Mataram, daerah ini menjadi basis pertahanan dalam usaha menyelesaikan permasalahan dengan tanah perdikan, sehingga para pembatik yang dahulu pegawai keraton melakukan kegiatan membatik didaerah ini. Lebih lanjut Hamengku Buwono X mengharapkan museum lingkungan batik di Imogiri mampu mendongkrak kehidupan pengrajin, sekaligus memberikan motivasi pemuda untuk belajar membatik.
Sumber : (heri) Pemda DIY