Peluang Ekspor Bahan Baku Batik Yogyakarta ke Malaysia

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Paku Alam IX, didampingi Asisten Kesra DR. Bambang Prunomo dan Kepala Dinas Peridustrian dan Perdagangan Ir. Syahbenol Hasibuan, pagi tadi menerima kunjungan Delegasi Kementrian Pembangunan Wanita dan Keluarga Malaysia, di Pracimosono Kepatihan.

Adapun maksud dan tujuan dari kunjungan tersebut sebagaimana disampaikan pimpinan rombongan Ibu Datuk Zakiah binti Hashim, Sekretaris Menteri Kementrian Pembangunan Usahawan, adalah dalam rangka lawatan sekaligus bekerja, atas dasar kerjasama dengan Kantor Menteri Pemberdyaan Perempuan Indonesia, sekaligus untuk mewujudkan kerjasama di tingkat pimpinan, maupun antara organisasi, koperasi, pengusaha dan pengrajin di Indonesia, dan Yogyakarta pada khususnya. Disamping itu, rombongan juga diikuti perwakilan dari Kementrian Tanah dan Pembangunan Koperasi, Perbadanan Kemajuan Craft Tangan Malaysia kementrian serta para pengusaha wanita, yang bergerak di bidang usaha batik dan ukiran. Delegasi Malaysia ini juga berharap dapat menimba ilmu pengetahuan tentang industri kerajinan, terutama batik. Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur menyampaikan terima kasih dan menyambut gembira atas kunjungan kali ini, sekaligus berharap setelah kegiatan ini akan diikuti dengan pertemuan lanjutan dalam rangka mewujudkan kerjasama jaringan pengusaha di Malaysia dan di Yogyakarta. Dalam dialog disampaikan bahwa pemerintah Malaysia, melalui Kementrian Pembangunan Usahawan berusaha untuk meningkatkan usaha dari kelompok usaha kecil dan usahawan baru yang mencapi 90 % dari usahawan yang ada, antara lain dengan memberikan bantuan fasilitas ruang perniagaan bagi para usahawan baru, setelah mereka sukses atau mandiri, fasilitas tersebut diminta kembali untuk dipakai usahawan baru lainnya. Juga bantuan modal yang harus dikembalikan dengan cara diangsur. Di Malaysia juga dikembangkan program satu daerah atau satu wilayah untuk satu industri. Pada kesempatan itu, seorang pengusaha batik Malaysia, menyatakan kekagumannya atas kehalusan dan keindahan batik Indonesia, khususnya Yogyakarta, serta menginformasikan bahwa di Malaysia bahan baku batik masih harus impor dari negeri Cina, terutama untuk jenis kain sutra. Menanggapi hal itu, wakil IWAPI DIY, Ny. Latifah Iskandar menyatakan, bahwa memang untuk jenis sutra tertentu disinipun masih dipegang oleh Cina, namun untuk jenis lainnya di Yogyakarta cukup tersedia. Untuk itu, peluang yang ada di Malaysia tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pengusaha di Yogyakarta, apalagi dengan adanya penerbangan langsung dari Malaysia ke Yogyakarta, diharapkan dapat mendukung terjalinnya hubungan kerjasama yang lebih erat antara pengusaha Yogyakarta dengan pengusaha Malaysia.

Sumber : (Subbid. Penerangan BID) Pemda DIY

Leave a Reply