Batik dan Eksotisme Oriental

EKSOTISME oriental banyak memberi inspirasi desainer Indonesia. Gaya busana oriental yang seksi, feminin, dan kasual dengan bahan dasar batik menjadi inspirasi terciptanya busana-busana oriental bermodel kebaya. Contohnya adalah kreasi Mariana Sutandi yang diperagakan dalam pagelaran busana koleksi terbaru dari Rumah Butik Parang Kencana, beberapa waktu lalu.

Seluruh kreasi Mariana ditampilkan dalam aneka tema yang dibagi dalam beberapa sesi. Antara lain casual oriental, ethnic oriental, cotton textured, blue and white, tie dye (jumputan), hingga mix oriental, kebaya modifikasi dengan detail payet dan bordir.

Tanpa meninggalkan jejaknya pada budaya asli Indonesia, Mariana mengawinkan busana tradisional Indonesia–kain batik–dengan gaya oriental. Imajinasinya menciptakan kebaya yang elegan, berkesan modern dan kosmopolit tanpa meninggalkan kesan alami dan eksotik yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Mariana memilih tema oriental pada busana rancangannya dengan alasan gaya tersebut paling mudah melekat di hati banyak orang. Kali ini kesan oriental yang dipilih lebih condong pada ‘Negeri Tirai Bambu’, China. Meski demikian, ada juga sentuhan khas Jepang.

Busana rancangannya kebanyakan berwarna lembut. Misalnya warna moka, perpaduan ungu dan cokelat, hijau, hitam, biru, dan sebagainya. Warna pilihannya memang agak bertentangan dengan busana oriental China yang didominasi warna mencolok semisal merah, merah jambu, kuning, dan oranye.

Warna lembut dipilih karena, menurut Mariana, sebagian besar orang Indonesia tidak menyukai warna-warna mencolok. Meski demikian, sebagian hasil rancangannya juga memadukan warna lembut dan mencolok. Pilihan warna terang antara lain jatuh pada kuning dan oranye.

Pada sesi pertama, Maria mengusung tema Casual oriental. Dirangkum demikian karena busana-busana sesi ini khusus dirancang untuk kawula muda. Baju-baju sesi ini didominasi warna ungu dan hijau dengan model kerah ala China. Motif kain batiknya antara lain menggambarkan burung, menggunakan bahan organdi dan sutra. Secara keseluruhan, meski rancangan sesi ini kental dengan nuansa China, tidak kehilangan keindonesiaannya.

Untuk motif rancangan yang bertema Ethnic oriental, warna-warna yang ditonjolkan hampir senada, tapi banyak menampilkan lambaian kain yang pada akhirnya memberi kesan romantis. Sesi busana bertema Tye dye didominasi warna hijau merah, oranye, dan hitam. Kerahnya masih banyak mengambil kekhasan dari China, dengan penggunaan bahan organdi, thai silk, dan sutra. Bahan-bahan itu memberi sentuhan elegan.

Motif rancangan bertema Mix oriental didominasi warna hitam dan hijau dengan belahan dada yang rendah dan bagian bawah baju yang lebar, panjang melambai-lambai. Busana ini divariasikan dengan aksen kupu-kupu di bagian dada, dan motif burung yang juga dipadu dengan detail payet dan bordir. Kesannya menawan dan sensual.

Sumber : (CR-33/M-3) Media Indonesia

Leave a Reply