Batik yang Terus Beradaptasi

KAIN batik yang diidentikkan sebagai kain Nusantara kini berkembang menjadi industri modern. Konsekuensi dari masuknya batik ke dalam industri modern, batik dituntut mengikuti perkembangan zaman, sesuai perkembangan mode dan dengan tuntutan pasar. Perkembangan batik yang mengikuti perkembangan zaman dari tahun ke tahun akhirnya menunjukkan dinamika beragam.

Contohnya adalah seperti yang dilakukan perancang busana Carmanita, Mariana dari Parang Kencana, Ghea S Panggabean, dan rumah batik Danar Hadi dalam rangka memperingati ulang tahun kesembilan Yayasan Batik Indonesia yang bertema Gelar Batik Nusantara akhir bulan Oktober lalu di Jakarta.

Danar Hadi mengawali pergelaran dengan koleksi blus sutra berlengan tiga perempat bergaya cheongsam. Di pinggir blus diberi motif batik. Warnanya terang seperti oranye dan kuning, membuat busana itu cocok untuk orang muda. Koleksi batik Danar Hadi yang dipadukan dengan kebaya dan selendang dengan warna senada ini bercorak geometris dengan gambar tanaman atau tumbuhan dan naga berwarna gelap.

Nuansa Asia Timur juga digunakan Ghea S Panggabean dalam kebaya transparan berhias bunga-bunga warna lembut yang memiliki lengan yang melebar di ujungnya. Ghea juga membuat blus yang di bagian luarnya diberi semacam ikat pinggang lebar yang mengingatkan pada obi yang dipadankan dengan celana. Kain batik yang berwarna cerah seperti hijau muda dan biru muda juga digunakan Ghea sebagai sarung yang dilipat separuh dan dililitkan ke pinggang.

Batik Oriental Treasure. Begitu judul tema yang diambil Carmanita untuk rancangannya. Kain sutra dengan motif bordir yang digunakannya memberi kesan Asia Timur. Apalagi kerah blusnya mengambil gaya baju cheongsam. Ragam hias batik ditempatkan sepotong-sepotong di bagian kerah, lengan, pinggiran kain, dan bagian punggung.

Mariana dari Parang Kencana yang mengambil tema Integrated Culture memadukan gaya Cina, Jepang, dan Indonesia dalam rancangan berbahan sutra, sifon, dan organdi. Celana dan blus panjang diberi kain transparan di bagian pinggang hingga tampak seperti rok mini. Blus tak berlengan seperti rompi panjang tipis tanpa kancing juga memberi kesan feminin.

Sumber : (LUK) KCM, Jakarta

Leave a Reply