Batik untuk Idul Fitri

BATIK kian dikenal masyarakat Indonesia dan luar negeri. Busana motif batik ini antara lain dipopulerkan oleh perancang busana Iwan Tirta, Carmanita, dan Asmoro Damais. Penggunaannya bisa dalam beragam acara, mulai formal, kasual, bahkan supersantai sekalipun.

Berkaitan dengan perayaan Idul Fitri, Rumah Mode Tres Belle milik Chama Sjahrir beberapa waktu lalu menampilkan koleksi batik kontemporer yang dikemas dalam tajuk Kupu-Kupu Batik II. Berbagai bentuk kebaya klasik, modern, baju kurung, hingga selendang dan kain yang kaya corak dan warna dapat dijadikan pilihan untuk merayakan Lebaran.

Kesakralan dan keceriaan Lebaran diproyeksikan dalam pilihan warna-warna cerah. Di antaranya biru, merah muda, ungu, hijau telur asin, dan pastel. Pada kesempatan itu, Rumah Mode Tress Belle yang berada di wilayah Tebet, Jakarta, menampilkan koleksi busana-busana formal, kerja, cocktail hingga untuk kegiatan sehari-hari. Rancangannya difokuskan untuk kaum ibu, terutama segmen pasar Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Keseluruhan peragaan itu menggunakan kain yang terbuat dari bahan sutra, sutra super, dan thai silk. Kelembutan kain-kain itu memberikan sentuhan bernuansa mewah. Warna-warnanya yang memesona dituangkan dalam aneka motif. Tress Belle yang didirikan pada 1987 oleh Chama Sjahrir itu menawarkan pilihan cukup beragam dengan potongan rapi yang jatuhnya berkesan lembut dan mewah saat membungkus tubuh.

Berbicara soal desain, apa yang ditawarkan Tress Belle tergolong konservatif. Untuk motif ada yang menggunakan motid tradisional, ada pula yang memadukan antara tradisional dan modern.

Peragaan yang cukup ramai pengunjung itu juga menampilkan busana sehari-hari yang bersifat kasual. Umumnya berupa setelan, bahkan ada yang merupakan adaptasi kebaya modern berlengan pendek, setelannya adalah celana panjang.

Sumber : (Tkh/M-3) Media Indonesia

Leave a Reply