Danar Hadi Mengubah Citra

HAMPIR setahun sejak Diana Hariyadi diperkenalkan kepada publik menjadi Direktur Operasi Danar Hadi oleh sang ayah, Santosa Doellah, kini mulai terasa sentuhan tangan perempuan muda ini pada produk Danar Hadi.

Dalam pergelaran koleksi terbaru Danar Hadi di Rumah Kartanegara di Jakarta pada Rabu (15/10) sore, perubahan itu mulai terasa pada baju rancangan tim perancang Danar Hadi. Dengan tema utama motif bunga dan geometris, sentuhan batik di atas bahan sutra dan dalam warna-warna cerah itu muncul lebih mengikuti gerak dinamis mode.

Pada bagian batik hokokai yang menampilkan pengaruh Jepang saat tentara negeri itu menginvasi Indonesia, motif bunga krisan muncul pada blus tembus pandang dengan aksen pada bentuk lengan. Padanannya celana panjang berpipa lebar dan kesan keseluruhan lebih berjiwa muda.

Begitu juga pada bagian ketiga di mana ragam hias batik diambil hanya bagian geometrisnya berupa titik dan garis-garis kecil. Paduan warna hitam, putih, merah serta tata letak motif bunga dan motif geometris masih memberi kesan batik, tetapi lebih ringan. Adapun untuk tema oriental, kesan busana dari Timur tampil melalui blus pendek berbahan serat nanas berbentuk kotak atau blus panjang yang mengingatkan pada modifikasi baju kurung. Padanannya kain panjang batik dengan lelipit berjuntai (drapery).

Sedangkan pada bagian terakhir dimunculkan rancangan Stephanus Hamy untuk label Danar. Atasan-atasan pendek berpotongan kimono atau atasan panjang dipadukan dengan celana panjang dengan aksen tali serut pada bagian sisi. Sementara untuk kesempatan lebih formal, Hamy memadukan dengan rok lipit panjang yang merupakan ciri khasnya. Warna seperti hijau dengan biru, oranye, krem, ungu, menjadi warna dasar sementara sentuhan batik muncul dalam motif tunggal naga atau singa kilin yang menunjukkan pengaruh Cina, atau motif geometri pada bagian tepi-tepi baju.

“Kami ingin membuat regenerasi pelanggan yang datang ke Danar Hadi. Pelanggan setia kami ternyata sudah semakin berumur. Untuk itu kami mencoba menawarkan koleksi yang tidak terlalu klasik, lebih mengikuti mode, tetapi tetap berdasarkan ragam hias dan teknik batik,” kata Diana Hariyadi. Untuk koleksi ini, motif batik dibuat dengan teknik batik cap dan batik cap yang dikombinasi dengan tulis.

“Kami masih tetap menyediakan batik-batik dengan motif klasik. Jadi, kami tetap dengan inti produk Danar Hadi, hanya jenisnya kami perluas dengan batik-batik yang lebih mengikuti mode,” tambah Diana. Melihat sambutan sekitar 100-an undangan Rabu sore lalu, kelihatannya upaya itu tidak bertepuk sebelah tangan.

Sumber : (NMP) KCM, Jakarta

Leave a Reply