Pengusaha Batik Cirebon Terbentur Modal
Batik menjadi salah satu usaha kecil dan menengah yang berkembang cukup pesat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Para pengusahanya tersebar di daerah Plered, Trusmi, dan Wotgali. Namun, keterbatasan modal menjadi kendala besar untuk mengembangkan usaha yang berbasis pada budaya tersebut. Demikian keterangan yang dihimpun SCTV dari sejumlah pengusaha batik, baru-baru ini.
Menurut Badrun, pengusaha batik dari Wotgali, perhatian pemerintah daerah setempat biasa-biasa saja. Untuk mengembangkan usaha itu, mereka harus mencari sumber permodalan lain. Para pengusaha seharusnya bisa membuka peluang ekspor. Apalagi pasar dalam negeri juga tidak selalu dapat diharapkan. Penjualan batik ke Bali, misalnya, menurun hingga 30 persen atau sekitar Rp 300 juta per bulan setelah tragedi Bom Bali. Padahal Bali adalah salah satu pasar terbesar batik Cirebon.
Badrun juga menuturkan, Batik Pekalongan, Jawa Tengah, yang menggunakan teknologi modern, sebagai pesaing batik Cirebon. Namun, motif dan corak yang variatif membuat batik Cirebon menjadi pilihan pertama.
Sumber : (COK/Ridwan Pamungkas) Liputan6.com, Cirebon