Pengungsi Sampit Menjadi Buruh Batik

Aktifitas Pengungsi Asal SampitMembunuh waktu memang menjemukan. Keadaan inilah yang dialami ribuan pengungsi asal Sampit, Kalimantan Tengah, yang menempati berbagai lokasi penampungan di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, Madura, Jawa Timur. Kini, mereka menunggu dipulangkan ke daerah asal yang sempat dilanda konflik antaretnis dua tahun silam [baca: Pengungsi Sampit Berharap Bisa Kembali].

Namun, sejumlah pengungsi di Kabupaten Bangkalan, justru mendapatkan penghasilan tambahan. Sejak beberapa bulan terakhir, mereka berusaha keras mempelajari cara membatik. Setelah mendapat keahlian, para pengungsi itu menjadi buruh batik di Tanjung Bumi, Bangkalan.

Meski hanya dipercaya membatik pada proses awal, mereka mengaku senang. Setiap dua meter kain yang dikerjakan selama dua hari, buruh-buruh pabrik dadakan ini mendapat upah sebesar Rp 30 ribu. Bila dipulangkan, kelak, para pengungsi berniat mengembangkan keahlian membatik tersebut di Sampit.

Sumber : (ANS/Mohammad Khodim) Liputan6.com, Bangkalan

Leave a Reply