Batik Banyumasan yang Dianaktirikan

Perajin Batik BanyumasanIndonesia memiliki sejumlah sentra penghasil batik. Di antaranya adalah Banyumas, Jawa Tengah, yang mampu memproduksi 7.000 meter batik per bulan. Sayang, dibandingkan daerah penghasil batik lainnya, batik Banyumasan seakan dianaktirikan pemerintah. Buktinya, baru tahun ini, perajin batik Banyumas diundang dalam pameran batik tahunan di Jakarta. Bahkan, batik Banyumasan baru setahun silam dicatat dalam Buku Besar Batik Indonesia. Demikian pemantauan SCTV di Banyumas, baru-baru ini.

Para perajin batik Banyumasan juga mengeluhkan minimnya bahan baku seperti kain mori dan malam di Banyumas. Itulah sebabnya, seorang perajin batik bernama Ahmad Taefur Anwar mengharapkan pabrik bahan baku batik dibangun di Banyumas, sehingga tak harus didatangkan dari luar daerah seperti Pekalongan. Sejauh ini sentra batik Banyumasan tersebar di beberapa wilayah seperti Sukaraja dan Purbalingga. Menurut Taefur, batik Banyumasan pernah berjaya pada era `60-an dan `70-an.

Sumber : (ZAQ/Mardianto) Liputan6.com, Banyumas

One Response to “Batik Banyumasan yang Dianaktirikan”

  1. rina Says:

    saya sangat prihatin atas batik banyumas yg tenggelam dan kurang terkenal, untuk saya mengajak para pengusaha batik banyumas untuk mengembangkan usaha batik . anda pengusaha batik banyumas dpt bekerjasama dg kami.

    saya pemerhati sosial & masyarakat.
    thx.

Leave a Reply