Kain Lurik Mencoba Mengikuti Perubahan Zaman
KAIN lurik yang pernah sangat digemari pada tahun 1980-an kini mulai ditinggalkan generasi muda. Bahkan, kain lurik dengan kualitas bagus sudah jarang ditemukan.
Dengan latar belakang itulah perancang busana Poppy Dharsono mengangkat kembali kain lurik dalam acara “Untukmu Indonesia Persembahan Karya Cipta Putri Solo”, Sabtu (30/8) lalu yang diadakan dalam rangka memugar museum Keraton Solo. Dalam acara itu juga ditampilkan tari bedhaya karya BRAy Koes Murtiyah dan acara lain-lain.
Dengan dipadu tarian garapan Sardono W Kusumo bertema “Return to Solo”, pakaian lurik dan batik rancangan Poppy tampak lebih menarik. Kain lurik dan batik yang dipergelarkan merupakan dukungan dari Batik Danar Hadi.
Poppy memamerkan kain lurik dalam berbagai model pakaian, baik sebagai celana panjang maupun untuk gaun rok. Poppy mencoba menunjukkan bahwa sentuhan desain akan membuat lurik tidak lagi ketinggalan zaman. Ini dibuktikan Poppy lewat rancangan kasual, selain untuk pakaian ke kantor atau ke acara resmi.
“Sekarang paling-paling lurik hanya dipakai sebagai jarik, tetapi saya berusaha membuat kain itu dapat menarik untuk generasi muda juga,” ujar Poppy.
Tak mudah memang menemukan kain lurik yang bagus. Di Pasar Klewer, Solo, saja hanya ada kain lurik kualitas rendah yang dijual dengan harga sekitar Rp 6.000 per buah. Poppy menggunakan lurik yang diproduksi di daerah Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pedan memang dikenal sebagai sentra industri tenun lurik sejak dulu.
Selain lurik, dalam acara itu juga diperlihatkan rancangan kain batik Danar Hadi yang dipengaruhi kebudayaan Belanda, Demak, Tulungagung, dan batik Jawa baru. Kain batik itu dipadu dengan kebaya modern. Sesi terakhir diisi dengan tema tradisi ke masa kini. Dalam sesi ini, Poppy menawarkan paduan rok panjang batik dengan atasan bergaya blazer hitam atau yang lainnya berupa gaun panjang dengan sedikit sentuhan batik di bagian atas dan bawah. Semua pakaian rancangan Poppy menggunakan bahan katun. “Katun memang berat, tetapi juga bisa dibuat untuk pakaian pesta dan tidak kalah dari sutra,” kata Poppy.
Sumber : (SIE) Kompas Cetak
April 17th, 2007 at 9:39 pm
bagaimana soal perkembangan desain sekarang, apakah kain lurik bisa memproses dengan desain yang lebih menarik.
makasih
February 10th, 2008 at 3:26 pm
Sebenarnya Kainlurik emang menurun produktivitasnya. Untuk mengikuti perkembangan zaman diperlukan desainer yang memberi ide untuk corak baru tanpa merubah bahan & kualitas lurik.
April 21st, 2008 at 11:46 am
kami memiliki foto2 inovasi lurik terbaru karya desainer ternama. desain yang dirancang untuk masa kini