Sentuhan Bunga dan Kupu-Kupu dalam Batik
RAGAM bunga hias dipadu dengan motif kupu-kupu menjadi pilihan corak batik Danar Hadi. Ini tampak dalam pergelaran koleksi terbaru rumah batik Danar Hadi di Jakarta, Kamis (28/8). Meski batik kerap mengundang konotasi akan sesuatu yang kuno, rumah batik yang berpusat di Solo itu mampu menampilkan gaya batik yang modern, sesuai selera pasar serta waktu. Karena itu, rancangan batik tersebut tetap berkesan trendi. Meski demikian, sentuhan pola-pola tradisi batik asli tetap dipertahankan.
Ada dua pilihan kain dari koleksi batik Danar Hadi ini, katun dan sutra. Untuk motif, lebih banyak mengikuti bentuk geometris dan dirancang mengikuti garis busana yang sedang menjadi tren, seperti dalam bentuk blus santai, blus coktail, blus tunik, maupun kebaya.
Untuk santai, atasan batik cap dengan motif kupu-kupu dipadu garis-garis lurus tampak matching dipadu celana jins. Biarpun santai, ada pilihan bagi yang ingin tampil serasi dengan pasangannya. Atasan geometris dengan hiasan ragam bunga dan kupu-kupu warna hitam dengan warna dasar putih, pas dipadu dengan jins hitam.
Bagi mereka yang menyukai eksklusivitas, batik cap pasti kurang menarik. Karena itu, koleksi batik tulis dapat menjadi jalan keluarnya. Beragam motif dengan tema bunga dan kupu-kupu turut dihadirkan. Khusus untuk selendang dengan bahan sutra dalam koleksi terbaru ini sepenuhnya berupa batik tulis.
Paling menonjol dalam rancangan terbaru ini adalah pengaruh budaya dari mancanegara. Misalnya, pengaruh dari Belanda, China, maupun Batik Djawa Hokokai menjadi inspirasi dalam rancangan kali ini.
Sementara dalam pilihan warna-warni pun disesuaikan. Umumnya warna-warni yang sedang menjadi tren. Tapi warna-warna natural, seperti putih, hitam, dan cokelat tetap menjadi pilihan dalam rancangan koleksi Danar Hadi.
Sumber : (Faw/M-4) Media Indonesia