Dekranasda Tegal Gelar “Batik Tegalan”
Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Tegal, bekerja sama dengan desainer Nano Suwarno, Rabu (13/8) menyelenggarakan gelar busana produk unggulan Tegal. Dalam peragaan busana yang menampilkan peragawati/peragawan wakil dari instansi pemerintah dan organisasi wanita se-Kabupaten Tegal itu diperagakan batik tegalan, yakni batik yang bermotifkan khas daerah Tegal.
Motif batik khas Tegal, yang dikenal sebagai batik tegalan, yang ditampilkan dalam acara itu, antara lain motif ukel, kombinasi, batu pecah, kotakan, cecek awe, tambangan, grandilan, sawo rembet, buntoro, karung jenggot, dan kopi pecah.
Batik tegalan merupakan batik yang mempunyai ciri khas karena berwarna-warni. Hampir semua motif batik tegalan ditampilkan dalam acara tersebut.
Bupati Tegal Soediharto pun mengenakan busana batik tegalan dengan corak daun teh dan poci. Adapun Ketua Dekranasda Tegal, Ny Sri Adiyati Soediharto mengenakan busana batik dengan corak sekar jagad.
Sri Adiyati mengakui, industri batik tegalan yang merupakan industri rumahan dan industri skala kecil, selama ini kurang memperoleh kesempatan. Padahal, batik tegalan merupakan produk batik tradisional yang spesifik sehingga sudah semestinya dilestarikan.
Kebudayaan lokal
Pergelaran busana batik tegalan itu diikuti pula dengan gelar busana produksi Kabupaten Tegal, yang diikuti 43 peserta.
Sri Adiyati menuturkan, kegiatan itu juga untuk meningkatkan minat dan kemauan membeli masyarakat terhadap produk tradisional. Selain itu, untuk sosialisasi hasil perbaikan usaha sebagai hasil pembinaan yang dilaksanakan Dekranasda Tegal bersama dengan Pemerintah Kabupaten Tegal serta instansi lain.
“Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah, setiap daerah kini memiliki otoritas yang kuat untuk menentukan kebijakan pembangunan di wilayahnya. Hal ini dapat menunjang pemberdayaan daerah dalam menggali potensi daerah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Sri Adiyati.
Bupati Soediharto menambahkan, busana batik khas suatu daerah-termasuk batik tegalan-merupakan warisan budaya yang mempunyai nilai penting, baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun untuk mengenal kebudayaan lokal.
Sumber : (tra) Kompas Cetak, Tegal