Pembatik di Tasikmalaya Berkurang
Batik tulis Tasikmalaya, Jawa Barat, belakangan ini semakin sulit ditemukan di pasaran. Padahal, batik dari Priangan Timur ini sudah dikenal di mancanegara. Penyebab langkanya batik tulis Tasik ini akibat semakin menurunnya jumlah perajin di Kota Resik. Pada masa keemasan sekitar tahun 60-an, perajin batik di Tasik mencapai 350 orang. Namun terakhir, jumlahnya menyusut tinggal 30 orang saja.
Ketika ditemui SCTV, baru-baru ini, seorang perajin batik bernama Udey Budiman menyatakan, jumlah karyawan di perusahaannya belakangan terus berkurang. Penurunan ini akibat generasi muda di Tasik tak lagi tertarik menekuni dunia batik. Kini yang tersisa, pembatik yang mayoritas berusia lanjut.
Udey yang sudah menekuni seni batik sejak 35 tahun silam berharap generasi muda melirik batik sebagai sebuah profesi. Sebab peran generasi muda sangat penting untuk melestarikan corak batik Tasik yang mempunyai keistimewaan. Di antaranya, warna yang cerah namun tetap klasik dengan dominasi warna biru. Sedangkan motifnya kental dengan nuansa Parahyangan seperti bunga anggrek dan burung. Untuk menghasilkan selembar kain batik dibutuhkan waktu sekitar satu bulan. Harga per lembar kain ditawarkan dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta.
Sumber : (YYT/Budi Rahmat) Liputan6.com, Tasikmalaya