Batik Tulis Solo Terancam Punah
Kerajinan batik tulis memang tak terlepas dari daerah Surakarta, Jawa Tengah. Sayangnya, pengembangan batik tulis di sana kini terancam punah. Penyebabnya, adalah kondisi pasar yang tak mendukung. Sejauh ini, dari puluhan industri rumahan, kini tinggal 15 industri yang masih bertahan. Itupun dilakukan hanya sebagai usaha sampingan dari industri batik cetak. Demikian kondisi tersebut dikeluhkan Muhammad Muhidin, penghasil batik tulis yang masih bertahan, baru-baru ini.
Menurut Muhidin, sebelumnya bisnis batik di sana menjadi satu di antara sumber pemasukan daerah. Bahkan, di saat krisis ekonomi ataupun saat Kota Solo tercabik-cabik kerusuhan Mei 1998, industri batik menjadi pilar penyelamat ekonomi. Sejauh ini, uang yang didulang dari produk batik mencapai Rp 8 miliar per bulan yang didapat dari 160 industri batik di Surakarta dengan 70 persen pasar domestik dan 30 persen ekspor. Sebelum krisis ekonomi, sekitar 40 persen industri batik masih memfokuskan diri memproduksi batik tulis.
Usaha mengembangkan kembali batik tulis bukan tak pernah dilakukan Pemerintah Kota Surakarta. Sejauh ini, kesulitan utama pada sumber daya manusia. Pasalnya, regenerasi para pembatik berjalan lamban. Selain itu, batik cetak yang lebih ekonomis dengan pasar yang lebih luas lebih menarik bagi banyak pembatik.
Sumber : (ORS/Solikun) Liputan6.com, Surakarta