Pembeli Batik dari Luar Negeri Berkurang

Sejak tahun 1998, pembeli batik dari luar negeri (turis asing) berkurang drastis. Akibatnya, kini pembelian batik didominasi konsumen lokal. Menurut seorang peserta pameran batik di Plaza Tunjungan, Sugarbo, Rabu (2/4), sebelum tahun 1998 persentase pembelian batik di sanggar Narendra miliknya di Yogyakarta mencapai 90 persen. Namun, saat ini keadaan berbalik, menjadi 90 persen oleh pembeli lokal. Untuk itu perajin harus menyiasati keadaan ini dengan menekan harga agar batik mereka tetap laku terjual, karena turis yang biasanya berani membeli mahal tidak lagi dapat diandalkan. Kiat menekan harga jual itu menyebabkan keuntungan yang diperoleh perajin batik jauh berkurang. Pasalnya, harga kain bahan baku batik justru naik 4-5 kali lipat. “Untung saja batik-batik sutra yang berkualitas tinggi masih tetap diminati penggemar fanatik. Jadi kami masih dapat bertahan,” ujar Sugarbo.

Sumber : (rma) Kompas Cetak, Jakarta

Leave a Reply