Pasar Batik Pekalongan Lesu Akibat Kebakaran Tanahabang

Aktivitas karyawan sebuah industri batik di Pekalongan.Pasar Grosir Tanahabang di Jakarta Pusat yang terbakar bulan silam ternyata tak cuma menyisakan duka bagi para pedagang di pasar tersebut. Bak efek domino, musibah yang menimpa pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara itu juga membuat banyak orang kehilangan mata pencaharian. Sebut saja kuli panggul, penjaja kantong, bahkan tukang parkir. Tak cuma itu, ternyata banyak juga warga di sejumlah daerah yang menggantungkan nafkahnya dari Pasar Tanahabang. Sebagai contoh adalah para perajin batik di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Menyusul terbakarnya Pasar Tanahabang, industri batik di kota tersebut lesu. Soalnya, sebagian besar pengusaha batik menjadikan Pasar Tanahabang sebagai tujuan utama penjualan produk mereka [baca: Pasar Grosir Tanahabang Terbakar].

Dari pemantauan SCTV, baru-baru ini, sejumlah perajin batik di Pekalongan mengaku cemas atas nasib seluruh transaksi dagang mereka di Pasar Tanahabang. Mereka khawatir para pedagang di Tanahabang tak membayar tagihan batik kepada perajin. Saat ini saja, ada sejumlah pengusaha batik yang menutup usaha mereka karena merugi. Sebagian lagi ada yang mengurangi jam kerja bagi seratus hingga 150 karyawannya.

Sebaliknya, para pedagang pakaian jadi di Jambi justru mengeluhkan kurangnya persediaan barang dagangan mereka menyusul kebakaran di Pasar Tanahabang. Sejak musibah terjadi, mereka mengaku tak lagi mendapatkan pasokan pakaian jadi lantaran sejumlah agen yang selama ini memasok barang jualan bagi pedagang di Jambi menjadi korban kebakaran. Kondisi ini menyebabkan persediaan pakaian jadi di Pasar Jambi terus berkurang. Akibatnya, warga setempat bisa kesulitan mendapatkan bahan pakaian ataupun baju jadi.

Sumber : (SID/Tim Liputan 6 SCTV) Liputan6.com, Pekalongan

Leave a Reply