Seniman Muda Polandia Pamerkan Karya Batik

Seni membatik Indonesia tak disangkal lagi telah menarik perhatian dunia. Begitu banyak seniman dari berbagai penjuru dunia yang ingin mempelajari cara membatik yang baik. Beberapa di antara mereka datang dari Polandia. Hasil seni membatik karya seniman Polandia dari berbagai usia ini kini dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta, hingga 5 Februari.
Dengan judul ”The Batik Painting Exhibition”, pameran ini menampilkan corak-corak menarik dengan kekhasan masing-masing. Estetika seniman Polandia ini begitu baik hingga mampu menampilkan pola-pola yang istimewa.
Para seniman yang terbilang berusia muda—mulai 9 hingga 25 tahun—ini telah memiliki teknik membatik yang baik dan kreativitas yang tinggi. Ini terlihat dari pewarnaan dan teknik penutupan lilin yang bertingkat-tingkat, serta motif yang bervariasi. Beberapa di antara mereka bahkan telah melakukan eksplorasi dengan menggabungkan seni batik dan unsur-unsur modern.
Gaya batik yang prosesnya dimulai dari pernuangan ekspresi secara personal dengan teknik batik lewat pencelupan, pewarnaan dan pelorotan berulang kali memang telah tumbuh subur sejak lama di Yogyakarta.
Dalam pameran ini, para seniman muda mengambil ide berdasarkan keadaan di negerinya, seperti yang dilakukan Agnieszka Zagowalko, berusia 17 tahun, lewat karyanya ”Slupsk, a Fragment of a Building in Kollataja Street.” Namun, yang mengejutkan, banyak yang menggali inspirasi dari berbagai lokasi di Indonesia, padahal tak semua dari mereka pernah datang ke Indonesia. Mereka menampilkan suasana, sosok, dan bangunan. Maka, jangan heran bila bangunan berupa Candi Borobudur, sosok penari Bali, dan suasana jalan di Kuningan, Jakarta muncul sebagai objek
Natalia Sintadewi, staf Kedutaan Besar Polandia mengatakan bahwa para pelukis ini melihat contohnya dari berbagai buku yang ada dan bercerita tentang Indonesia. Artinya walau tak pernah, kita akan bisa terkecoh dan mengira ini adalah karya para seniman batik Indonesia. Yang patut dicatat dari pameran ini adalah kenyataan bahwa seni batik telah berkembang, tidak hanya di kawasan Asia melainkan telah melangkah hingga ke benua lain.
Sebuah kenyataan yang boleh dibilang menggembirakan tetapi tetap menyiratkan peringatan. Seandainya, bangsa sendiri tak bisa melestarikan batik, jangan-jangan tradisi kebanggaan Indonesia ini kelak malah menjadi milik bangsa lain. Mudah-mudahan itu tidak akan terjadi.

Sumber : (srs) Sinar Harapan

Leave a Reply