Pameran Lukisan Batik Polandia di BBJ
Tradisi seni batik tidak saja berkembang di Indonesia atau negara-negara Asia, tetapi juga di Polandia. Mungkin kenyataan ini agak mengejutkan karena tradisi seni batik, yang sudah turun-temurun berkembang di Indonesia, ternyata juga dikerjakan oleh pelajar dan mahasiswa dari Pusat Kebudayaan Slupsk, Polandia, dengan pola dan metode yang mirip seperti dikerjakan di Indonesia. Karya mereka akan dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jalan Palmerah Selatan 17, 31 Januari-5 Februari 2003. Pameran yang menampilkan 34 lukisan batik Polandia ini akan dibuka malam ini oleh Duta Besar Republik Polandia di Jakarta, Krzysztof Szumski.
Lukisan batik karya seniman Polandia yang berusia sekitar 9 tahun sampai 24 tahun, sekilas mirip dengan lukisan batik Tamansari di Yogyakarta. Ini dapat dipahami karena teknik membatik di dunia menggunakan metode dan teknik sama, baik penggunaan aneka warna kimiawi maupun teknik penutupan dengan lilin yang bertingkat-tingkat. Hanya, yang membedakannya adalah pemilihan identitas karya dalam hal tema lukisan.
Bila dicermati, beberapa karya menunjukkan tema-tema yang akrab karena mengambil tema Keraton Yogyakarta, becak sebagai kendaraan khas di Indonesia, masjid, Candi Borobudur, penari Bali, bunga bangkai, sampai patung dinosaurus di Kebun Binatang Gembira Loka di Yogyakarta. Namun, juga ada tema yang bersetting Eropa, seperti kereta salju ditarik kuda di lautan salju, gedung tua khas Eropa, dan semacamnya.
Bagaimana mereka mendapat ide dengan tema-tema yang khas Indonesia tersebut? Apakah mereka pada suatu kali pernah berkunjung ke Indonesia? Menurut Natalia Sintadewi, staf Kedutaan Besar Polandia di Jakarta, mereka melukis tema-tema berlatar Indonesia itu terinspirasi oleh gambar-gambar di buku-buku tentang Indonesia, atau dari kartu-kartu pos yang kemudian mereka lukiskan di atas kain dengan teknik batik. Artinya, tidak semua pelukis pernah datang ke Indonesia, mereka berkreasi berdasarkan imajinasi dan fantasi lewat gambar-gambar reproduksi. Bila tidak melihat nama-nama pelukisnya, kita barangkali akan terkecoh bahwa lukisan batik tersebut dikerjakan oleh seniman dari Polandia.
Sumber : (*/can) Kompas Cetak, Jakarta