GKR Hemas: Batik dan Yogyakarta Tak Bisa Dipisahkan

Batik dan Yogyakarta adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Kerajinan batik tidak dapat terlepas dari budaya masyarakat Yogyakarta dan telah diketahui dan diakui oleh masyarakat Indonesia dan dunia internasional.

Hal tersebut diungkapkan GKR (Gusti Kanjeng Ratu) Hemas ketika membuka Festival dan Lomba Batik Internasional Motif Yogyakarta, Rabu (4/9). Festival dan lomba batik motif Yogyakarta yang akan berlangsung hingga Sabtu (7/9) ini, dihadiri kalangan pencinta batik Indonesia, di antaranya Ny Ginandjar Kartasasmita (Ketua Yayasan Batik Indonesia) dan Ny Harmoko, GBPH (Gusti Bendoro Pangeran Hario) Hadiwinoto, dan kalangan pencinta batik dari Jakarta.

Membicarakan kerajinan batik, kata GKR Hemas, merupakan hal yang sangat menarik dan mengasyikkan, karena batik adalah hasil budaya yang luhur warisan nenek moyang yang penuh nuansa seni, kultur, sekaligus bernilai ekonomis.

“Hasil budaya batik yang demikian terkenal mampu mengangkat citra Yogyakarta dan menjadi ciri khas kota ini, sudah selayaknya perlu dilestarikan dengan berbagai jenis kegiatan yang memperkaya khasanah budaya bangsa, seperti rangkaian kegiatan semacam ini,” tegasnya.

Menurut GKR Hemas, batik sebagai produk unggulan Yogyakarta dan nasional tersebut dapat senantiasa berkembang dinamis seiring dengan perkembangan global. Untuk itu perlu dipersiapkan langkah-langkah terobosan yang signifikan antara lain dengan mencari model-model pelestarian, merancang pengembangan dan revitalisasi, meningkatkan ekspor dan mendorong perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk batik yang mempunyai ciri khas kedaerahan.

Sumber : (TOP) Kompas Cetak, Yogyakarta

Leave a Reply