Raja Selangor Hadiri Festival Batik Internasional

Raja Selangor (Malaysia) Duli Yang Mulia (DYM) Idris Shah, dijadwalkan hadir dan menyaksikan Festival Batik Internasional II dan Lomba Batik Motif Jogja di Yogyakarta tanggal 4-7 September 2002. Kehadiran raja dari negeri jiran itu diharapkan memperkukuh citra Yogyakarta sebagai “kiblat” (trend setter) batik dunia.

Panitia festival, Ari Widya Hatmoko dan Ima Primastuti, Sabtu (10/8), mengaku telah menerima surat tentang kepastian hadirnya Raja Selangor. Putra Yang Dipertuan Agung Malaysia tersebut memang sudah beberapa kali ke Yogya untuk memborong batik.

“Sejak masih menjadi Putra Mahkota di Selangor, dia sudah sering berkunjung ke berbagai galeri batik di Yogya, seperti milik Pak Ardiyanto. Kali ini, kehadirannya dalam rangka festival,” ujar Ima.

Sama dengan festival tahun 2000, ajang kali ini akan dimanfaatkan sebagai wahana pertemuan para penggemar batik dari dalam maupun luar negeri. Selama empat hari, para penggemar batik yang diinapkan di Hotel Melia Purosani dipersilakan mengikuti berbagai rangkaian acara. Mulai dari sarasehan batik, fashion show, workshop pewarnaan alam, kunjungan ke galeri-galeri batik Yogyakarta, hingga wisata perkebunan kopi di Ambarawa.

Lomba dan festival tersebut itu mempersyaratkan motif dasar khas Yogyakarta berupa pola hias ceplokan. Polanya dihiasi gabungan bermacam garis, namun bukan meniru bentuk hewan, tumbuhan, dan benda-benda di alam semesta. Ragamnya berupa hiasan pada suatu bidang kain yang simetris.

Ari menambahkan, jenis produk yang dilombakan berupa satu perangkat jarik/ nyamping dan selendang. Jarik/nyamping itu berukuran 260 x 105 cm ditambah 15 cm, sedangkan selendang berukuran 255 cm (panjang), ukuran lebarnya bebas.

Syarat lainnya, bahan harus sutera untuk jarik/nyamping, sedangkan selendang bahannya bebas. Teknik pembuatannya bisa tulis bisa pula cap. “Syarat yang lebih penting lagi, pewarnaannya harus alami. Tidak dibenarkan menggunakan warna dari bahan kimia sintetis,” papar Ari.

Sumber : (NAR) Kompas Cetak, Yogyakarta

Leave a Reply