Nuansa Jawa di Batik Aborigin

Karya Batik AboriginKeindahan batik Jawa, ternyata telah menginspirasi sejumlah seniman tekstil di Australia. Buktinya, sejumlah karya batik khas Suku Aborigin yang dipamerkan dalam Pesta Kesenian Bali di Gedung Arda Chandra Bali, Denpasar, baru-baru ini, justru menampakkan nuansa batik Jawa di guratan garisnya.

Pameran yang bertajuk “Tracking Cloth” atau jejak kain ini menampilkan karya 17 seniman tekstil dari Benua Kanguru. Nama-nama yang cukup menonjol adalah Karen Edin, Ellison Carol, dan Nyukana Baker. Mereka adalah seniman tekstil tradisional Aborigin yang mengembangkan motif-motif batik dalam karyanya.

Mereka pun mengakui, sejumlah kreasi tersebut diperoleh dari hasil lawatan ke beberapa negara Asia. Seperti Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. Namun, pengaruh batik Jawa tampak paling dominan. Tak hanya motif, tapi juga proses pembuatan. Bahkan, seorang seniman bernama Sue Blanhfield mengaku sengaja belajar proses celup untuk pewarnaan di Surabaya dan Yogyakarta, sekitar 1970-an.

Blanhfield menambahkan, dewasa ini, banyak seniman tekstil Australia tertarik motif-motif tradisional dari luar Australia [baca: Ketika Perupa Batik Jawa dan Aborigin Berpadu]. Kondisi ini berkaitan dengan tumbuhnya kesadaran baru mengenai pentingnya menjalin hubungan kebudayaan dengan dunia luar, terutama Indonesia.

Kerja sama kebudayaan Indonesia-Australia sempat terganggu saat kasus Timor Timur memanas, beberapa tahun silam. Itulah sebabnya, para seniman tekstil ini bertekad kembali membangun hubungan bilateral kedua negara melalui seni budaya.

Sumber : (ANS/Iwan Gunawan) Liputan6.com, Denpasar

Leave a Reply