Peragaan Karya Afif Syakur dan Rudi Corens : Batik Indonesia Bertemu Perhiasan Belgia

 Motif bunga, pucuk daun, bunga, burung, kupu-kupu, ikan, serangga dan geometris, yang merangkum simbol tertentu jadi bagian penting dari karya batik. Meski batik makin berkembang sejak hadirnya generasi keempat, motif batik tetap bertahan seperti dulu. Afif Syakur, misalnya, dia adalah perancang batik dari Yogyakarta yang tetap menjaga motif-motif klasik. ”Ketimbang saya memakai tema Versace,” demikian alasan Afif.
”Saya yakin, ornamen batik Pekalongan, Yogya dan Pesisir tidak akan kalah,” ungkapnya, seusai peragaan seni batik Afif dan karya perhiasan seniman Belgia, Rudi Corens di Erasmus Huis, Jakarta Selatan, Kamis (30/5).
Mulai abad ke-19, bisa dikatakan aplikasi batik cap menyelamatkan industri batik dari persaingannya dengan baju cetak Eropa yang berharga murah. Batik cap berjaya melalui motif karakter epik Hindu yakni tumbuhan, binatang, makhluk laut dan perangkat gamelan.
Perbedaan paling utama pada pengembangan batik sekarang mungkin hanya pada bahan kain. Dulu melulu kain katun, kini desainer batik seperti Afif lebih banyak memakai sutra. ”Saya 90 persen menggunakan sutra. Memakai katun bila ada yang memesan saja,” kata Afif.
Materi batik mudah didapatkan di Indonesia, kendalanya cuma pada bahan celupan sintetis. Namun, diakui Afif, kekurangan yang terjadi itu malah menampilkan warna batik menjadi natural. Di samping itu, sumber daya manusianya lebih dari cukup di Indonesia.

Motif Etnik
Dalam kolaborasinya itu, Afif mengimajinasikan karya seni batiknya dengan aksesori perhiasan Rudi. Kebetulan karya-karya Rudi diilhami motif-motif etnik asli Indonesia. Bahan dasar yang digunakan Rudi di antaranya adalah perak, batu mulia, kelapa dan gading dari taring babi hutan.
Rudi mengerjakan perhiasan kontemporer, karpet dan patung sejak 1991. Hingga sekarang dia menetap di Yogyakarta sambil mengajar di Fakultas Sastra dan Psikologi Universitas Gajah Mada. Di samping itu dia aktif dalam organisasi pengembangan kerajinan di Indonesia.
Ketika batik Afif dicoba dipadukan dengan perhiasan-perhiasan Rudi yang berkonsep etnik, kesannya memang selaras.

Sumber : (jjs) Sinar Harapan, Jakarta

Leave a Reply