Batik Tetap Disukai, Telah Menjadi Milik Umum, dan Laris
Pesona batik tetap disukai hingga sekarang. Bahkan, seorang jurnalis dari story-of-batik.com menyebut pengalaman pertamanya dengan batik bagaikan membawanya dalam perjalanan ke peradaban lama, kekayaan budaya dan bentuk seni terindah. Dia mengenal produk batik ketika berbelanja di sebuah pusat perdagangan tekstil. Saat melihat batik, ia merasa seperti memasuki dunia yang berbeda.
Pertama kali yang disukai dari batik adalah sarungnya. Dia mengagumi motifnya, yang pada bagian tengah terdapat segi empat kuning dengan imbuhan merah, hitam dan burung biru, bunga-bunga dan geometrik. Lantas baru diketahui bahwa sarung batik itu berasal dari pesisir utara Jawa di Indonesia, dan seniman perajinnya perlu waktu lama dalam pembuatannya.
Bahan yang digunakan terbilang lembut. Dibuat dari bahan katun halus, aroma lunak dari bahan celup tumbuhan, dan lilin parafin (wax) yang dipergunakan untuk membuat bagian cetakan.
Sebutan batik pun datang dari orang Jawa yakni Ambatik yang maknanya menggambar dan menulis. Hingga kini memang masih muncul berbagai teori tentang keaslian seni kerajinan batik, namun dipastikan kata batik adalah asli dari Indonesia.
Sebagian dari kain batik terbaik adalah buatan Jawa, Indonesia – yang telah berpengalaman berabad-abad membuat batik. Dan, hingga sekarang Jawa terkenal untuk batik-batik yang paling bagus. Dari dulu, warna biru nila dan cokelat digunakan pada batik Jawa. Celupan biru dan coklat yang digabungkan dengan kain putih, dari mula menggambarkan tiga dewa Hindu yakni Siwa, Wisnu dan Brahma.
Pesona kecantikan dari batik Indonesia terletak pada begitu banyaknya perubahan dalam corak dan motif yang muncul dalam perbedaan kebudayaan. Batik utama di Jawa dikenal sebagai batik kraton, dan motif-motifnya kaya dalam pengaruh Hindu – seperti pemujaan burung garuda, kesucian bunga teratai, naga dan tiga unsur kehidupan. Kemudian, dengan hadirnya pengaruh Islam, motif-motif batik menjadi lebih geometrik dan botanik.
Pada abad ke-17, Belanda menjajah pulau Jawa, dan mereka mencuri berbagai sample batik untuk dibawa ke Eropa. Teknik batik belakangan meluas ke sebagian dunia untuk cetakan di atas kulit, gading, kertas dan kemudian logam. Sebagai tambahan, Belanda mengenalkan berbagai teknik celup Jerman, yang memperkaya warna dan motif-motif baru untuk seni batik Indonesia.
Pengaruh batik Cina muncul di Indonesia beberapa dekade setelah pengaruh batik Belanda hadir. Motif-motif Cina di antaranya adalah naga-naga yang indah, phoenix, ular, singa dan bunga-bunga. Terlihat kontras dengan motif Jawa yang serba biru dan coklat redup, apalagi batik Cina memakai warna-warna pastel yang cemerlang. Sekarang ini batik Cina banyak dibuat oleh orang-orang Miao di perbatasan Cina Selatan. Mereka membikin batik rami dan katun untuk membuat rok, jaket, baju kerja dan gendongan bayi.
Pertama dan terpenting dari batik adalah memang sarung. Sarung adalah jenis kain batik paling popular dan dikenal secara luas. Ia bisa dibelitkan di pinggang sebagai penutup di pantai, dipakai sebagai rok, gaun atau selendang dan lain sebagainya. Kalangan perempuan memakai sarung secara resmi atau pun tidak, dan sarung juga digunakan di sekitar rumah oleh para lelaki di sejumlah negara.
Bagian penting lainnya dari batik adalah selendang. Fungsinya lebih dibutuhkan sebagai aksesori. Selendang yang bentuknya panjang itu, hanya secarik kain tipis yang juga bisa digunakan menghias kepala dalam beberapa cara. Selendang juga sering digunakan sebagai kain gendongan bayi, diikat di sekitar leher seperti ambin, dan si bayi duduk aman dan nyaman, saling intim dengan hati bundanya.
Pria Jawa memakai penutup kepala untuk suatu pertemuan resmi.Yang disebut ikat kepala (atau blangkon dalam bahasa Jawa). Blangkon bisa diikat dengan berbagai cara untuk membentuk ikat kepala yang menggambarkan usia, tingkatan, kepercayaan dan identitas suku.
Media batik juga dibuat untuk karya kemeja yang indah, dasi dan syal. Sandal batik yang sangat atraktif kini banyak pula yang telah memproduksinya. Dan, masih banyak lagi manfaat batik lainnya, termasuk untuk kehidupan rumahtangga sehari-hari.
Flora dan Fauna
Batik adalah produk kerajinan yang terbilang purba, yang telah ada sejak 2000 tahun silam. Batik berkesinambungan dipelajari di Jawa selama berabad-abad. Hingga kemudian teknik membatik dikenal di seni dan kerajinan Eropa.
Batik semakin digemari saat ini, ditegaskan oleh metode pemakaian desain warna pada tekstil dengan proses wax tanpa teknik pecelupan lagi. Fakta-fakta dari perubahan cara pembuatan ditemukan di beberapa negara di Asia Timur dan Timur Tengah seperti India, Cina, Jepang, kawasan Persia dan Mesir. Namun, pengembangan batik mencapai puncaknya di pulau Jawa, Indonesia.
Selama berabad-abad pengrajin-pengrajin di Jawa bekerja sepenuhnya dalam kesenian, merefleksikan kebudayaan dan kepercayaan di daerah mereka dalam kekayaan warna dan detil desain pada kain. Desain tradisional tersebut diwariskan dari satu generasi ke generasi lain dan sebagian besar bersumber dari flora dan fauna di sekeliling mereka. Pengerjaan kain batik seringkali menggambarkan sastra klasik Jawa. Berbagai sebutan menandakan karya batik selalu dipandang sebagai baju yang elok. Pakaian batik dahulu adalah kain resmi dari kalangan ningrat.
Petani perempuan menenun kain tetapi istri-istri para ningrat mengerjakan batik. Mereka (istri-istri ningrat) mempunyai waktu luang, dan memiliki tangan lembut yang dibutuhkan dalam pengerjaan batik. Sementara para pelayan bertugas dan bertanggung jawab dalam pekerjaan rumah tangga.
Seperti nyonya-nyonya Jepang yang tekun membuat rangkaian bunga artistik. Demikian pula yang terjadi sekarang, wanita-wanita di Jawa menekuni batik dengan pengembangan seni berkualitas. Corak desainnya terdiri dari flora, kupu-kupu dan burung.
Kebebasan Artistik
Industri batik masih tetap hidup hingga hari ini. Meski umumnya kini produksi massal batik dikerjakan dengan mesin, akan tetapi tetap batik buatan tangan masih dilakukan di sejumlah wilayah dunia. Di situlah letak pasar yang sesungguhnya untuk kain bermutu tinggi itu.
Mungkin batik bisa tetap popular saat ini karena nilai kebebasan artistiknya.Desain batik hadir dari keinginan kuat para pengrajinnya. Batik adalah sangat tahan lama, lebih tahan luntur dibandingkan kain cetakan karena melalui proses celup. Proses tersebut membikin kain menyerap warna secara baik, dan warna tidak mudah menjadi pudar.
Pemain-pemain utama dalam industri batik berada di Malaysia dan Indonesia. Batik menjadi kostum resmi di Malaysia sejak sekian lama. Industri batik juga tumbuh subur di Thailand, Filipina dan sebagian pelosok dunia lainnya.
Teknik membatik yang pertama dikenal sebagai dekorasi di lingkup kerajaan. Kini telah meluas sampai ke panggung fashion, perkantoran dan berbagai kesempatan resmi. Desainer mulai memasukkan batik menjadi pakaian sehari-hari, bukan hanya di negara-negara Asia, tetapi di seluruh dunia.
Kain Bermotif
Pengembangan batik terus terjadi, namun memang sudah tidak mau terbatas dengan corak membatik pada umumnya. Seperti Batik Kristiati, misalnya, yang pusat produksinya di Pekalongan (dengan 60 perajin dan tiga koordinator) mengaku tidak mau terkonsentrasi banget dengan batik Pekalongan. Padahal, batik pesisir semacam di Pekalongan masih lebih dinamis dengan ragam warna yang kesannya cerah seperti batik Cirebon.
Dalam hal motif, mereka tidak memfokuskan diri pada satu ciri saja. Dan, dengan adanya kain tenunan kerancang yang telah bermotif jadi lebih membantu mereka. Membatik bagi mereka, sekarang sudah bukan pekerjaan rumit lagi. Pilihan kombinasinya juga bisa sederhana, karena kain bermotif itu sudah bisa berbicara langsung. Bila dipaksakan dengan tambahan motif lain, ditakutkan malah menjadi terlalu padat atau motifnya malah jadi berantakan.
Kelompok pengrajin batik yang juga punya tempat produksi di Cirebon itu, juga menentukan pilihan desain sendiri. Yang penting bisa dinikmati, karena kalau desain berlebihan bisa mengurangi arti dari seni batik Namun, teknik potong dan menjahit harus tetap dikuasai.
”Kami menyeket sendiri sesuai dengan kemauan. Ada unsur modern. Warna dan gambarnya ditentukan dan disusun sesuai dengan keinginan dan tren yang sedang disukai konsumen Jakarta,” ungkap Euis Krustiati (Batik Kristiati), mantan kepala perpustakaan yang kini menekuni batik.
Apalagi mengenai warna, kita harus bisa menangkap tren yang terjadi, sambungnya. Pilihan tren sekarang, menurut Euis, adalah warna merah kombinasi.
Apa yang paling dicari orang, kebanyakan memang sarung dan selendang batik. Pada bagian ini ada pilihan dua selendang (untuk pagi dan sore) dan sebuah sarung. Atau pun satu sarung saja, yang bisa dipadu dengan atasan t-shirt, kemeja dan kombinasi multifungsi.
Kekayaan Indonesia
”Perhatian pembeli tetap tinggi, sebab batik sebagai bagian kekayaan Indonesia. Dan diperhatikan karena nilai seninya. Sayangnya, pengaruh serangan teror terhadap WTC membuat pembeli warga asing menurun. Akibat banjir juga mengurangi daya jual,” ujar ibu yang membuka usaha batik sejak 1994 itu.
Awal usahanya itu dibangun bersama pihak keluarga suami yang rata-rata adalah pengrajin batik. Kini, Euis telah mempunyai dua gerai pemasaran di Sarinah Thamrin, Jakarta dan di Sarinah Bandung. Yang umumnya dijual Kristiati di sana adalah pakaian jadi berupa kebaya, kemeja gaun, dan juga sarung.
”Para pecinta batik, biasanya mengerti batik. Maka kualitas tetap harus dijaga dan ditingkatkan agar tidak monoton,” katanya.
Adapun bahan baku yang digunakan Batik Kristiati antara lain sutera, sutera tenun/pabrik, katun, sifon, organdi (untuk selendang dan kebaya) dan belacu.
Panduan harga jual untuk media eksklusif kain ATBM (alat tenun bukan mesin) yakni antara 1 ? - 4 juta rupiah (selendang/kain). Selendang dan kain yang mahal biasanya memakai bahan kerancang dan berteknik tenun. Kain berbahan tenunan dan sulaman dihargai sebesar Rp 4.000.000.
Kemeja batik katun dihargai Rp 75.000, dan yang berbahan ATBM dijual seharga satu juta rupiah. Baju-baju wanita dijualnya seharga 300 ribu – 8 juta rupiah. ”Pakaian wanita yang mencapai 8 juta (rupiah), umumnya kebaya,” dijelaskan Euis.
Sedangkan celana komprang berbahan katun atau rayon dijualnya dengan harga 150 ribu rupiah. Kalau ingin dilengkapi syal, Anda mesti menambah dengan kisaran harga seratus ribu rupiah. Dan, bila hanya ingin dipadupadan dengan atasan t-shirt (batik tulis atau cap), Anda cukup menambah dengan Rp 75.000 saja.
Kebutuhan Utama
Di jajaran desainer fashion Indonesia, batik masih menjadi kebutuhan utama. Demikian banyak nama perancang yang memperhatikan kepentingan Batik bagi ajang fashion nasional, seperti halnya Ramli. Ramli adalah salah seorang desainer yang telah membuat desain batik sendiri, dan dibuat untuk menjadi pasangan busana-busananya yang berbordir.
Menurut Ramli, batik bisa dipakai untuk baju-baju rancangan dan desainnya, di samping dapat digunakan untuk padanan busananya. ”Batik bisa dimodifikasi seperti kebaya, kebaya encim atau lainnya,” tambahnya.
”Bagi saya, batik itu sangat penting sekali artinya, karena dapat digunakan untuk menjadi pasangan rancangan busana saya,” kata penggemar batik motif pesisir dan klasik itu.
Dan, tentang penggabungan unsur kontemporer dan batik yang sudah dilakukan beberapa desainer. Ramli sangat setuju, namun semua itu tetap tergantung pada desain busana yang dibuat. Sedap di pandang dan nyaman dipakai tetap menjadi kunci pertimbangan yang mantap.
Sumber : (john js) Sinar Harapan