Batik Belum Pasti dari Jawa
Kata batik memang berasal dari bahasa Jawa. Kata ini pun sudah menjadi kata yang diadaptasi ke berbagai bahasa dunia. Namun hingga sekarang belum bisa dipastikan batik yang asli berasal dari negara mana. Para arkeolog menemukan bukti tentang orang-orang Mesir dan Persia yang memakai pakaian batik, namun lewat bukti serupa bisa juga dibilang orang India, Cina, Jepang dan banyak negeri lain di Asia Timur.
Banyak teori yang berusaha menjelaskan kepastian asal-muasal batik. Namun tetap tidak bisa menyisakan keraguan. Meski kain batik telah ditemukan di Mesir pada tahun 500.
Bila benar berasal dari Mesir, memang akan begitu mudahnya menyebar ke Afrika dan Persia. Sesudah itu melalui berbagai arah bisa menuju Asia Timur, dan beradaptasi dengan sentuhan individu dari masing-masing negara.
Studi penelitian di dalam kesimpulan terbalik lebih memperkirakan bisa menemukan asal batik di Indian Archipelago.
Pencarian asal mula batik mulai kehilangan arah dalam kabut sejarah, tanpa catatan berarti. Beberapa arkeolog menemukan peninggalan batik yang terjadi di awal abad ke-10. Sisa keruntuhan kuil-kuil mengingatkan kembali ke sekitar abad ke-13, di saat menyaksikan fragmen figur batu memakai pakaian yang berdekorasi motif-motif kuat yang ditiru sarung keluaran abad- 20 dalam corak dan dekorasinya. Menurut fakta yang ada, batik telah mencapai Jawa pada abad- 12, sebagai bagian penting dari kebudayaan dan ekonomi Indonesia.
Pada awalnya, batik hanya sekadar hiburan dari para istri di kraton Jawa. Namun kemudian mulai berubah menjadi bagian status sosial, hingga menjadi kostum nasional yang dipakai oleh perempuan dan lelaki.
Sumber : (jjs) Sinar Harapan