Semangat Keimanan pada Ragam Hias Batik Pesisir
Judul: Batik Pesisir: Melacak Pengaruh Etis Dagang Santri pada Ragam Hias Batik,
Penulis: Hasanudin,
Penerbit: Kiblat Buku Utama,
Cetakan : I, Agustus 2001,
Tebal: 364 hal.,
Harga: Rp 39.000,-
BATIK pesisir adalah batik dengan ragam hias khas daerah pesisir utara Pulau Jawa. Batik ini dianggap sebagai salah satu produk seni rupa tradisional Islam yang memantulkan semangat keimanan secara esensial. Daerah-daerah yang terkenal dengan batik pesisirnya antara lain Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Rembang, Juwana, Lasem, dan Tuban.
Usaha dan perdagangan batik pesisir banyak dikelola oleh masyarakat dari golongan haji atau wong kaji, yaitu orang yang telah melaksanakan ibadah haji. Sebagai orang alim (santri), terhormat, dan bermodal, wong kaji dijadikan sebagai tempat untuk bertanya mengenai segala hal termasuk usaha pembatikan.
Untuk menjalankan roda usaha, golongan santri menempatkan tauhid sebagai landasan bisnis pembatikan. Tauhid merupakan landasan iman yang berhubungan erat dengan keyakinan terhadap Allah SWT. Selain digunakan dalam pengelolaan usaha, tauhid juga menjadi pedoman etos dagang mereka. Nilai-nilai keislaman dalam etos dagang santri mencakup iradah, amanah, ikhtiar, ilmu, amal, dan tawakal. Kesemuanya ini saling terkait satu sama lain.
Semangat keimanan Islam juga tercermin dalam proses penciptaan bentuk ragam hias batik pesisir. Bentuk yang dihasilkan adalah bentuk ragam hias yang tidak menimbulkan syirik, seperti kaligrafi Arab, bentuk geometris, flora, fauna, pola diagonal, ceplok, pemandangan alam, alam benda, mitologi, tambal, sekarjagat, dan pola pinggir.
Buku ini semula merupakan sebuah tesis yang ditulis oleh seorang pakar tekstil yang lahir di “kota batik” Pekalongan, Jawa Tengah, dari keluarga pembatik. Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap batik, penulis mendirikan pendidikan perbatikan untuk kalangan terbatas di tengah-tengah kesibukannya mengajar di sebuah perguruan tinggi.
Sumber : (Titis SD, Litbang Kompas ) Kompas Cetak, Jakarta