Bale Pajang Guruh Kelima di Solo

Guruh Soekarno PutraGuruh Soekarnoputra membuka Bale Pajang Guruh Soekarno yang kelima di Kota Solo, Jumat (21/12), menyusul sukses bale pajangnya di Jakarta (tiga lokasi) dan di Sidoarjo, Surabaya. Bale Pajang Guruh Soekarno merupakan gerai yang menjual produk adibusana batik yang dikerjakan Guruh di pusat industrinya di Kampung Laweyan, Solo.

Usaha yang dia tekuni sejak 1997 dengan dukungan seorang pengusaha batik asal Solo, Agus Supriyono, tampaknya cukup maju. “Prospeknya cukup baik. Kalau tidak, kan saya tidak sampai membuka Bale Pajang di Solo,” ujarnya.

Guruh menuturkan, penghargaannya terhadap dunia batik sudah berlangsung lama. Sejak SD dan SMP ia belajar membatik dari Eyang RAy Laksmintorukmi, salah satu garwa ampil Paku Buwono X dari Keraton Surakarta.

Pembukaan Bale Pajang karya batiknya di Solo itu pun, katanya, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. “Yang terpenting dari bisnis ini yaitu dapat mengungkapkan ekspresi keindahan batik, dan bagaimana meningkatkan apresiasi batik untuk lebih memperkaya khasanah batik di Kota Solo ini,” jelasnya.

Menurut Guruh, mendiang ayahnya, Bung Karno, sangat menggemari desain-desain batik Indonesia. Bung Karno pula yang terobsesi untuk menemukan motif “Batik Indonesia”. Adapun ibunya, Ny Fatmawati suka memopulerkan busana bermotif batik, juga busana adat lainnya, lengkap dengan kerudung dan stolanya, yang kini telah populer di masyarakat.

Di salah satu dinding Bale Pajang Guruh Soekarno di Solo terpampang lukisan Soekarno dan Fatmawati, sedang di bagian lain lukisan RAy Laksmintorukmi, orang-orang yang dia kasihi.

Sumber : (asa/sto) Kompas Cetak,
Jakarta

Leave a Reply