Batik Indonesia, Ide Berani Bung KarnoBatik Indonesia, Ide Berani Bung Karno
Friday, October 5th, 2001
Bung Karno, selain dikenal sebagai tokoh nasional dan mantan presiden, ternyata sangat berjasa dalam perkembangan seni batik di Tanah Air. Soalnya, batik Indonesia yang sempat dikenal di manca negara, adalah terobosan Bung Karno, yang tercetus sekitar 1950-an. Ide tersebut berani karena memadukan batik keraton dengan warna cerah batik pesisir, yang masing-masing telah mempunyai ciri khas tersendiri. Awalnya, ide tersebut diserap oleh seniman batik, seperti Ibu Sud dan Kanjeng Raden Haryo Tumenggung Hardjonagoro dari Solo, Jawa Tengah. Mereka mewujudkannya dalam bentuk kain panjang dan sarung.
Berdasarkan data yang diperoleh SCTV, ide tersebut ditujukan untuk mengembangkan dan melestarikan seni batik. Itu sebabnya, Sang Proklamator mencetuskan akulturasi dalam dunia batik lewat karya bernama Batik Indonesia. Ciri khas motif batik keraton seperti parang, semen, kawung, lereng, ceplok atau lar, biasanya hanya tampil dalam warna klasik seperti hitam, putih, dan coklat. Namun, setelah menyerap inspirasi Bung Karno, warna cerah mulai ditonjolkan. Sebab, warna-warna seperti kuning, oranye, dan merah yang menjadi ciri khas batik pesisir, menambah keserasian batik tersebut. Sayang, Batik Indonesia kini hampir terlupakan masyarakat. Soalnya, industri batik cenderung lebih mengikuti selera pasar.
Sumber : (DEN/Esther Mulyanie dan Anto Susanto) Liputan6.com, Jakarta
Sebagai salah satu pusat industri batik di Tanah Air, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera memiliki Akademi Batik yang berlokasi satu kompleks dengan Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) di Bugisan Yogyakarta. Akademi tersebut bertujuan melahirkan tenaga-tenaga ahli desain yang bisa memenuhi tuntutan seni berdasarkan riset.