Bisnis Songket dan Batik Sutra Masih Bergairah

Songket dan Kain Sutra yang DipamerkanTak sedikit pengusaha dari berbagai jenis usaha, mengeluhkan situasi perekonomian dalam negeri pasca-Tragedi New York, Amerika Serikat. Namun ternyata, masih ada jenis usaha yang tak terpengaruh situasi tersebut. Tengok saja, bisnis kain songket dan batik sutra yang tetap diburu sejumlah kalangan. Gairah bisnis tersebut dapat terlihat dalam suasana pameran songket dan batik sutra yang bernilai jutaan rupiah, di Museum Gajah, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10).

Menurut seorang perancang, Yuko Moko, berbagai motif songket dan batiknya dipatok seharga Rp 650 ribu-5 juta. Yuko mengatakan, hasil rancangannya tetap diburu peminat yang sebagian besar datang dari para kolektor dan sejumlah kalangan yang masih menjaga kebanggaan berbusana. Itu sebabnya, mereka tak mempermasalahkan harga dari sepotong kain dengan ragam hias tradisional tersebut.

Bagi perancang busana songket kondang Ghea Panggabean, koleksinya yang berkisar Rp 1-4 juta masih diminati pribadi-pribadi yang memiliki cita rasa berbusana tinggi. Menurut Ghea, nilai rupiah untuk selembar kain songket dan batik sutra adalah bentuk apresiasi masyarakat terhadap keterampilan tangan perancang. Selain itu, mereka sangat menghargai proses kreatif dalam mendesain dan lamanya waktu pengerjaan.

Sumber : (DEN/Jeremy Teti dan Effendi Kasah) Liputan6.com, Jakarta

Leave a Reply