Penyandang Cacat Menggelar Karya Kerajinan di Yogyakarta
Keterbatasan fisik tidak menghalangi para penyandang cacat di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membuat barang kerajinan yang indah dan menarik. Hal ini dibuktikan pada pameran untuk menyukseskan Program Djogya Akses 2001 di Yogyakarta, baru-baru ini.
Sejumlah karya yang jarang dijumpai bahkan belum pernah ada sebelumnya di pasaran digelar pada pameran ini. Penyandang cacat asal Sleman, misalnya, membuat kerajinan rotan berupa miniatur becak, sepeda atau andong. Harga yang ditawarkan cukup murah berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu per buah. Kerajinan lain yang menarik perhatian adalah kain batik, soft toys, lukisan dan konveksi. Kehalusan karya dan keindahan kreasi mereka ternyata tak kalah dengan perajin sehat.
Lewat pameran ini, para penyandang cacat di kota pelajar ini ingin mengetuk hati masyarakat. Para perajin ini berpandangan tak layak membeda-bedakan para penyandang cacat dalam kehidupan sehari-hari dan akses ekonomi lain termasuk dunia kerja. Mereka juga bisa berkarya sebagaimana layaknya orang normal.
Sumber : (MTA/Wiwik Susilo dan Mardianto) Liputan6.com, Yogyakarta