Remaja Polandia Menggelar Pameran Batik
Karya seni batik Indonesia ternyata tak hanya diminati dan berkembang pesat di Tanah Air. Anak-anak dan remaja Polandia ternyata juga tertarik dengan seni tradisional tersebut. Bahkan, karya batik anak-anak dan remaja Polandia yang mempelajari batik di sebuah sanggar kecil milik Maria Hasiec di kota kecil Stupsk, baru-baru ini, dipamerkan di Bentara Budaya, Yogyakarta.
Sebagian besar batik yang mereka buat masih terinspirasi motif batik tradisional Indonesia, seperti wayang kulit dan topeng. Tapi, sejumlah anak ada pula yang berani bereksperimen dengan motif-motif khas Polandia.
Bagi anak-anak dan remaja Polandia, karya batik mereka yang merupakan adaptasi batik Indonesia disebut batik stupsk. Berbeda dengan batik Indonesia, batik stupsk menggunakan kain dan bahan pewarna khas Polandia. Hal ini dilakukan karena sulit menemukan bahan-bahan kain dan pewarna sebagaimana aslinya.
Perkembangan batik jenis ini sudah dimulai sejak tahun 1972, saat museum Pomerania tengah melengkapi koleksinya dengan batik-batik Indonesia. Sejumlah karya batik stupsk telah mendapatkan penghargaan internasional, seperti kompetisi internasional di Plock serta kompetisi pada peringatan hari bumi di Krokowa.
Sumber : (RSB/Wiwik Susilo) Liputan6.com, Yogyakarta