Pameran Barang Koleksi Bung Karno Jadi Dilaksanakan
Setelah sempat tertunda hampir tiga bulan, akhirnya pameran koleksi barang-barang seni milik Presiden pertama RI Soekarno jadi dilaksanakan dan akan berlangsung 14 Agustus-14 September di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi, Jakarta. Bahkan, pameran yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 100 tahun Bung Karno ini didukung oleh dinas-dinas di lingkungan Pemda DKI Jakarta, terutama setelah terpilihnya Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI.
Tidak kurang dari Dinas Penerangan Jalan Umum, Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ), Dinas Tata Bangunan dan Dinas Pekerjaan Umum terlibat dalam pameran ini. Bahkan, Perusahaan Air Minum (PAM), dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga dilibatkan dalam pameran yang rencananya dibuka oleh Presiden Megawati Soekarnoputri ini.
Kadjat Adrai, Kepala Humas Pameran Barang-barang Koleksi Bung Karno, Kamis (9/8) siang, mengatakan, ribuan barang-barang koleksi Bung Karno akan dipamerkan selama sebulan penuh, bahkan jika minat masyarakat masih cukup tinggi akan diperpanjang lagi. Untuk menampung barang-barang koleksi Bung Karno ini, lima lantai Gedung Perintis Kemerdekaan semuanya akan dipakai untuk pameran.
Sementara itu, Enong Ismail, salah seorang kurator lukisan dan patung koleksi Bung Karno mengatakan, dari hasil seleksi terhadap lukisan milik Bung Karno pribadi yang jumlahnya lebih dari 1.000 buah, yang akan dipamerkan sekitar 146 buah. Lukisan tersebut selama ini tersimpan antara lain di Istana Negara, Museum Istana yang terletak di antara Istana Negara dan Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, dan Gedung Agung Yogyakarta.
Seleksi itu antara lain mempertimbangkan usia lukisan serta faktor keamanan selama pameran berlangsung. Lukisan itu bukan hanya karya pelukis Indonesia seperti Basuki Abdullah, Hendra Gunawan, dan Raden Saleh, tetapi terdapat juga lukisan karya pelukis dunia seperti Rudolf Bonnet, Antoni Blanko, F Gonzales, dan pelukis-pelukis dunia lainnya
Selain itu, sambung Enong Ismail, akan dipamerkan pula 12 patung koleksi Bung Karno yang terbuat dari perunggu, batu, dan kayu. Juga akan dipamerkan tiga buah tongkat yang sering digunakan Bung Karno, keris, kerajinan tangan, ikat pinggang, baju, tanda pangkat dan tanda jasa. Bahkan beberapa naskah asli, surat, dan barang berharga yang selama ini tidak diketahui keberadaannya, akan dipamerkan dalam pameran ini.
“Tidak semua barang dipamerkan sekaligus, tetapi dipamerkan secara bertahap disesuikan dengan ruangan. Pameran bertahap ini memungkinkan masyarakat mengunjungi pameran berkali-kali, karena materinya memang berbeda,” kata Enong Ismail.
Sedangkan Syamsidar Isa Tandapura, salah seorang kurator batik mengatakan, dalam pameran memperingati 100 Tahun Bung Karno ini akan dipamerkan pula sekitar 25 batik Indonesia. Corak batik ini berbeda dengan batik tradisional, serta motifnya tidak terlepas dari gagasan Bung Karno untuk memadukan batik yang lebih “berani” yakni memadukan sogan dan kelir pada lembaran batik. (thy) Kompas cetak, Jakarta