Kesenian yang Menitis dari Bung Karno

Guruh Soekarno PutraKesenian adalah kehidupan lain dari sisi Sukarno, Presiden pertama RI. Tak heran bila visi itu tampak nyata dari penguasaan akan seni lukis, seni patung, musik, seni wayang kulit, seni pertunjukan, membatik, hingga seni arsitektur sekali pun. Bung Karno (BK) sempat beramanat, berbagai corak kesenian itu mesti diwariskan kepada seluruh bangsa Indonesia.

Dunia seni memang amat mendarah daging pada diri “Putra Sang Fajar” ini. Buktinya, dalam keseharian, di kala senggang, BK acap menghabiskan waktu menikmati keindahan karya seni. Dalam lingkungan tempat tinggalnya, di Istana Merdeka Jakarta. BK juga membangun suasana indah itu. Misalnya saja, dengan memasang koleksi lukisan atau patung, dan seringkali menggelar pertunjukan wayang. Aksi memperkenalkan berbagai bidang seni itu pun selalu diperkenalkan kepada anak-anaknya.

Menurut putra bungsu BK, Guruh Soekarnoputra, berbagai seni tadi tak pernah alpa diperkenalkan kepada mereka. “Tak ada hari tanpa kesenian,” kata Guruh perlahan, seakan membayangkan masa kecil dia. Bahkan, dalam setiap kesempatan, BK selalu mengangkat dan menampilkan budaya local dalam acara-acara kenegaraan, sebagai budaya nasional.

Tak hanya itu kecintaan BK pada dunia seni. Sebab dia, menurut Guruh, juga mengamanatkan supaya beragam seni tadi mesti diwariskan dan dipersembahkan kepada seluruh rakyat Indonesia. “Jadi, semua barang-barang kesenian tadi akan disimpan dalam sebuah museum,” kata Guruh, optimistis.

Niat BK tampaknya bak gayung bersambut. Sebab saat ini, Yayasan Bung Karno yang dimiliki oleh putra putri BK sedang mempersiapkan realisasi amanah tadi. Misalnya dengan menginventarisasi koleksi-koleksi BK dan menyimpannya dalam Persada Bung Karno. Sedianya, Persada itu akan terdiri dari museum, perpustakaan, dan balai pengkajian penelitian pelestarian dan pengembangan ajaran-ajaran BK.

Sumber : (BMI/Esther Mulyanie dan Dwi Guntoro) Liputan6.com, Jakarta

Leave a Reply