Wapres: Pemberdayaan Rakyat Sangat Dibutuhkan - * Museum Batik Kuno Danar Hadi Diresmikan

Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri menegaskan, pemberdayaan rakyat saat sekarang ini sangat dibutuhkan. Rakyat sebenarnya cukup berdaya membangun dirinya, dan dalam pemberdayaan itu sebenarnya rakyat sendirilah yang bisa menggerakkan, sementara pemerintah hanya berupaya memberdayakan.

“Tetapi, sekiranya masyarakat dan rakyat tidak ingin menggunakan daya gerak dan daya gunanya, hal itu tidak akan mungkin terjadi. Rakyatlah yang merupakan tiang negara,” ujar Wapres dalam pidato tanpa teks saat membuka resmi Bengawan Solo Fair (BSF) 2000 di Pagelaran Keraton Surakarta, Jumat (20/10) petang.

BSF adalah ajang pameran dan promosi industri, dagang dan kepariwisataan yang merupakan kalender tahunan di Kota Solo sejak tahun 1998. Dalam pembukaan kemarin Wapres Megawati didampingi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Zarkasih Nur, Gubernur Jateng Mardiyanto, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Sumarsono, dan Sri Susuhunan Paku Buwono XII.

Wapres Megawati menunjukkan, penyelenggaraan kegiatan seperti BSF merupakan bukti bahwa rakyat sebenarnya cukup berdaya membangun dirinya sendiri. Pameran seperti BSF 2000 bermanfaat untuk menunjukkan hasil-hasil kebudayaan setempat lewat produk yang dibuat masyarakat.

Menyinggung krisis ekonomi saat ini, Wapres menyatakan, “Semoga bisa terlewati dalam waktu singkat, karena seperti kita ketahui roda ekonomi sudah mulai bergerak kembali meskipun belum bisa dimaksimalkan.”

Pameran dan promosi industri dan kerajinan seperti BSF, lanjut Wapres, sekaligus mencerminkan stabilitas keamanan di Jateng berjalan baik. Kepada warga Solo Megawati berpesan, “Sebagai Ibu kamu, saya berharap agar stabilitas (keamanan) di daerah ini bisa dijaga. Keamanan dan pengamanan suatu daerah sebenarnya bisa berjalan dengan baik kalau warganya sendiri menghendaki hal itu.”

Perjuangkan hak paten

Pada saat meresmikan Museum Batik Kuno Danar Hadi, Solo, pada hari yang sama, Wapres Megawati menyatakan, pemerintah mendorong seniman berusaha mematenkan karya-karyanya. Soal hak paten bagi karya seni dianggap amat penting, agar di tengah era globalisasi dan pasar bebas nanti hasil karya budaya bangsa Indonesia tidak justru diklaim sebagai karya bangsa lain.

“Saya selalu mengingatkan dan berusaha menyosialisasikan hak paten ini. Hak paten saat ini sangat dibutuhkan. Apalagi pada saat kita memasuki pasar bebas dan globalisasi nanti. Jangan-jangan karya seni batik tulis kita seperti Udan Liris atau Kawung diakui sebagai milik bangsa lain. Padahal, itu merupakan warisan nenek moyang kita,” ujar Megawati.

Museum Batik Kuno Danar Hadi menempati bekas bangunan klasik Jawa yang dikenal sebagai Ndalem Wuryaningratan, di tepi Jalan Slamet Riyadi, Solo. Menurut pengusaha batik Danar Hadi yang juga pemilik museum, Santosa Dullah, museum yang mulai direnovasi tahun 1999 itu kini memiliki koleksi batik kuno dari berbagai corak dan gaya yang bernilai tinggi, seperti Batik Keraton, Batik Belanda, Batik Cina, Batik Hokokai, Batik Indonesia, dan Batik Saudagaran.

Jumlah koleksinya 10.000 potong, di antaranya diperoleh dari Museum Troupen, Belanda. Dalam kesempatan itu Wapres ikut menyumbangkan salah satu batik koleksi pribadinya yang bercorak Parang Kusumo Tumurun menjadi koleksi Museum Batik Kuno Danar Hadi.

Sumber : (asa) Kompas Cetak, Solo

One Response to “Wapres: Pemberdayaan Rakyat Sangat Dibutuhkan - * Museum Batik Kuno Danar Hadi Diresmikan”

  1. Tomo Says:

    Pertahankan Kesenian Tradisional Indonesia,jangan sampai dikuasai bangsa lain.

Leave a Reply