Batik Trotoar Siap Menghias Malioboro
Karya seni batik lazimnya selalu dibuat di atas sebuah kain. Namun, sekelompok seniman di Yogyakarta justeru mempertontonkan sebuah karya batik yang dibuat di atas paving blok untuk trotoar. Rencananya, karya batik yang unik itu bakal dipasang di Jalan Malioboro, Yogyakarta, sebagai salah satu langkah pembenahan di kawasan tersebut.
Menurut pelaksana teknis dari Belanda C.M. de Jong, Jumat (8/9) kemarin, saat ini timnya baru bisa mewujudkan delapan motif batik trotoar dari puluhan rancangan yang ada. Ke delapan motif ini, nantinya akan dijaring satu motif saja yang dianggap layak dan sesuai keinginan warga Yogyakarta.
Ide pembuatan batik trotoar ini memang merupakan hasil kolaborasi antara seniman batik Indonesia dan Belanda. Motif batik yang diadaptasi adalah motif-motif khas Yogyakarta yang tergolong sangat rumit. Karena itu sekitar 10 anggota tim batik trotoar ini pun harus bersusah payah untuk menyesuaikan dengan bentuk paving blok. Misalnya, dengan cara memotong dan mengukirnya sesuai target rancangan.
Sayangnya, meski rancangan tadi sudah tuntas, hingga saat ini mereka mengaku masih kesulitan mewujudkan ide membatik trotoar Malioboro ini baik secara teknis maupun birokrasi. Apalagi proses pembatikan di sepanjang jalan yang sarat dagangan hasil karya seni ini harus dilakukan dengan cara menutup kawasan tersebut. Buntutnya, hal itu akan mempengaruhi pendapatan para pedagang. Belum lagi, mereka juga harus meminta izin dari pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat. Soalnya, aksi seperti ini juga turut mempengaruhi masterplan pembenahan kawasan Malioboro.
Sumber : (BMI/Wiwik Susilo dan Mardianto) Liputan6.com, Yogyakarta