Batik Garut Masih Ada
Anggapan bahwa batik garut terancam punah ternyata tidak sepenuhnya benar. Kenyataannya hingga kini batik garutan masih terus diproduksi dan pembatik juga masih ada. Bahkan, dua tahun terakhir, peminat batik ini makin besar. Kendati demikian beberapa pembatik mengakui bahwa minat generasi muda untuk menekuni batik memang agak menurun.
Demikian antara lain kesimpulan yang bisa dipetik dari hasil wawancara Kompas dengan beberapa pembatik di beberapa sentra batik di Paledang dan Papandayan, Garut, Kamis dan Jumat (4/2).
Uba Sri Husaodah Muharam (49), salah satu pemilik industri tulis garutan yang sangat getol memperkenalkan dan mempertahankan batik garutan menolak anggapan bahwa batik garut di ambang punah. Hal sama dikatakan beberapa pembatik lainnya di Paledang.
“Apa indikasinya batik garutan dikatakan terancam punah. Buktinya hingga kini usaha batik tulis garutan masih jalan dan pembatik-pembatiknya masih banyak. Di tempat saya beberapa bulan ini, kami bahkan kewalahan dan harus lembur karena banyaknya pesanan. Peminatnya makin banyak dan dari mana-mana, terutama kalau lagi musim kawinan. Pokoknya sampai saat ini saya belum pernah kewalahan karena pembatiknya kurang,” ujarnya.
Sumber : (ren) Kompas Cetak, Garut